Saturday , November 17 2018
Home / Berita Baru / Firman Harefa, Anak Petani yang Mandiri dan Anti Korupsi

Firman Harefa, Anak Petani yang Mandiri dan Anti Korupsi

“Orangtuanya terdzolimi, disalahkan, dipaksa mengakui kesalahan yang tak pernah mereka buat. Semua gegara tanah. Firman cilik tak berdaya membela diri dan keluarganya karena buta hukum. Peristiwa itu membuat Firman Harefa kecil bersumpah…….

Penulis : Sri Andang Suyadi

Terlahir dari keluarga petani yang serba kekurangan, tidak membuat pria bernama Firman Harefa SH yang saat ini berprofesi sebagai pengacara, tak putus harapan dalam menggapai cita-citanya. Anak ketiga dari lima bersaudara kelahiran Pulau Nias pada tanggal 29 September 1972 dari seorang Ayah bernama Tongoni Harefa dan Ibu bernama Fatiami Zega ini, memiliki kisah menarik dalam menjalani proses kehidupan.

Kisah ketertarikan Firman pada bidang hukum bisa dikatakan dimulai dari usia dini, pada saat ia masih dijenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Saat itu, orangtuanya terdzolimi, disalahkan, dipaksa mengakui kesalahan yang tak pernah mereka buat. Semua gegara tanah. Firman cilik tak berdaya membela diri dan keluarganya karena buta hukum. Peristiwa itu membuat Firman Harefa kecil bersumpah untuk mendalami bidang hukum guna membantu sesama yang teraniaya dibidang hukum, terutama masyarakat yang buta akan hukum.

Dengan tekad yang kuat dan perjuangan orangtua serta saudara-saudaranya yang merelakan tidak melanjutkan pendidikan, Firman Harefa Tahun 1984 lulus dari SD Negeri Hilimbaruzo Nias dan tiga tahun kemudian atau Tahun 1987 tamat dari SMP Negeri 3 Gunungsitoli. Kemudian tiga tahun selanjutnya tepatnya Tahun 1990, Firman Harefa menyelesaikan pendidikan SLTAnya dari SMA Negeri I Gunungsitoli dengan prestasi yang baik.

Berbekal prestasi yang baik itu, Firman Harefa dengan beasiswa yang didapatnya melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di Universitas Katholik Santo Thomas, Medan meninggalkan kampung halamannya Pulau Nias.

Menamatkan kuliahnya dalam tempo 4 tahun pada Tahun 1994 dengan menyandang gelar Sarjana Hukum (SH), Firman Harefa setahun kemudian langsung berjuang hidup merantau ke Ibukota Jakarta.

Mengawali kinerja profesinya di Jakarta, Firman Harefa mengabdi di kantor Advokat dan LBH Dr. HRP Budi Kelana Sosrosubroto, SH & ASSOCIATES sebagai assisten pengacara. Kerasnya kehidupan Jakarta tak membuat Firman Harefa kalah bersaing dalam kehidupan guna citanya memiliki kantor pengacara miliknya sendiri.

Dengan kegigihannya guna cita itu, ia bekerja di perusahaan dan sempat menduduki jabatan manager di dua perusahaan berbeda yakni PT Cipta Rasa Anugrah Jakarta pada tahun 1996 hingga tahun 2002 dan PT Libra Jaya Jakarta pada tahun 2002 sampai 2009.

Setelah memiliki modal yang cukup, pada Tahun 2009, ia berhasil mencapai citanya dan menuai hasil buah kerja kerasnya dengan membuka kantor Law Office FIRMAN HAREFA SH & PARTNERS hingga sampai sekarang ini. Dirinya memilih Kota Tangerang, sebuah kota yang terletak di Tatar Pasundan Provinsi Banten, Indonesia sebagai tempat tinggal diri dan keluarganya.

Baginya, Tangerang adalah penyanggah Jakarta dengan biaya hidup yang relatif murah pada saat itu. Selama tinggal di Tangerang, ia dan keluarganya merasa nyaman karena masyarakatnya sangat menerima keberadaan diri dan keluarganya dengan apa adanya dan kehidupan bertetangga yang saling menghargai satu sama lain. Tangerang sudah menjadi tempat yang paling nyaman bagi Firman Harefa beserta keluarganya.

Dengan cita sejak awal yang ingin membantu masyarakat kecil, Herman Harefa SH tentunya dikenal dekat dengan para aktivis yang juga peduli dengan masyarakat kecil. Salah satunya para aktivis yang bernaung didalam Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Tanah dan Air (LSM GEMPITA), dimana banyak kesan mendalam tak terlupakan yang dialaminya selama mendampingi para aktivis dalam setiap perjuangannya.

Dari mulai peristiwa mendampingi para aktivis berhadapan dengan aparat kepolisian pada waktu menyampaikan aspirasi masyarakat, hingga aktivis mahasiswa hukum yang punya keberanian melakukan aksi anti korupsi lempar telur kepada ketua partai demokrat di era pemerintahan SBY sebagai simbol bahwa korupsi mematikan masyarakat. Juga mendampingi aktivis yang melakukan aksi damai atas pemadaman PLN dikepulauan Nias, yang berakhir di tahanan Polres Nias, menjadi peristiwa paling berkesan dalam hidup Firman Harefa.

Karena kedekatannya dengan para aktivis, pada Tahun 2012 ia menjadi salah seorang pendiri LBH GEMPITA Jakarta Raya dan menduduk menduduki jabatan sebagai Ketua LBH dari tahun 2012 sampai sekarang. Ia juga menjadi Advokat Partner pada Law Firm SUMARDI & PARTNER, dari tahun 2014 sampai sekarang ini.

Firman Harefa dengan prinsip hidup berbuat dan selalu berbuat kebaikan untuk memperjuangkan kepentingan umum selagi masih bisa dilakukan, baginya membantu orang yang sangat membutuhkan dalam keterbatasan yang dimiliki adalah suatu kebahagiaan.

Kini, dengan semua tempahan pengalaman kerasnya perjuangan hidup dan kepedulian terhadap orang lain, Firman Harefa bakal melabuhkan harapan mencalonkan dirinya sebagai wakil bagi masyarakat. Ia yang anti terhadap korupsi dan anti intoleransi berjanji untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Saya memulai karir tanpa mengandalkan uang, karena apabila uang yang diandalkan maka saya percaya itu adalah awal korupsi yang disiapkan”

Berikut profil lengkap Firman Harefa SH:

Nama: Firman Harefa SH
T/Tgl Lahir: Nias, 29 September 1972
Pekerjaan: Advokat (Pengacara)

Menikah dengan Julimawati Telaumbanua anak ke-3 dari 6 bersaudara dari ayah Rasoi Telambanua dan ibu bernama Satimani Harefa.

Firman Harefa SH dikarunia 4 orang anak bernama;
1. Fransiscus Nitema Harefa.
2. Fransisca Perdamaian Harefa.
3. Frederik Alvaro Harefa.
4. Ferdinand Brian Harefa.

Pengalaman Profesi:

Firman Harefa SH dalam menjalankan profesinya sebagai Advokat telah menangani berbagai kasus hukum, baik perkara pidana seperti pembunuhan, penganiayaan, penggelapan dan penipuan, perkata tindak pidana IT, KDRT, dan lain-lain kecuali kasus KORUPSI, maupun perkara perdata seperti Perkara tanah, perkara waris, perkawa wanprestasi (perjanjian), perkara utang – piutang, perkara hukum keluarga (perkawainan, perceraian dan harta bersama), perkara PHI (Perburuhan), perkara TUN, perkara Pemilu, dan perkara-perkara PMH (perbuatan melawan hukum);

Firman Harefa SH pernah menjadi salah seorang tim pengacara Wali Kota Tangerang, dan pernah menjadi salah seorang tim pengacara Balon Bupati Kabupaten Kaur – Bengkulu pada tahun 2015 untuk melakukan gugatan atas sengketa Pilkada pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

Ia juga satu-satunya pengacara ke-8 (delapan) aktivis yang melakukan demo terkait pemadaman PLN di Kepulauan Nias selama ± 2 (dua) bulan yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh Kepolisian Resor Nias pada bulan April tahun 2016, serta pernah menjadi salah seorang tim pengacara tersangka / terdakwa tindak pidana pemilu pada Pilkada Banten tahun 2017 pada Pengadilan Negeri Serang.

Riwayat pendidikan:

– SD Negeri Hilimbaruzo-Nias : Tahun 1978 s/d 1984 = LULUS
– SMP Negeri 3 Gunungsitoli : Tahun 1984 s/d 1987 = LULUS
– Sma Negeri I Gunungsitoli : Tahun 1987 s/d 1990 = LULUS
– Universitas Katholik St. Thomas Medan : Tahun 1990 s/d 1994 = LULUS

Riwayat Pekerjaan:

– Kantor Advokat dan LBH DR. H.R.P. BUDI KELANA SOSROSUBROTO, SH & ASSOCIATES Tahun 1995 sebagai Asisten Pangacara.
– PT. Cipta Rasa Anugrah, Jakarta dari tahun 1996 sampai tahun 2002 sebagai Manager.
– PT. Libra Jaya, Jakarta pada tahun 2002 sampai 2009, sebagai Manager.
– Kantor Konsultan Hukum dari tahun 1997 sampai tahun 2009, sebagai Manager.
Law Office : FIRMAN HAREFA, S.H.,& PARTNERS, dari tahun 2009 sampai sekarang, sebagai Manager.
– LBH GEMPITA JAKARTA RAYA, dari tahun 2012 sampai sekarang, sebagai Ketua.
– Law Firm : SUMARDI & PARTNER, dari tahun 2014 sampai sekarang, sebagai Advokat Partner.

Riwayat Organisasi:

– Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI).
– Pengurus DPW LSM GEMPITA DKI JAKARTA, Periode 2012 – 2015.
– Ketua LBH GEMPITA JAKARTA RAYA, dari tahun 2012 sampai sekarang.
– Pengurus Lengkap HIMNI periode 2015 – 2019.
– Pengurus DPC Peradi Kota Tangerang periode 2016 -2021.
– Pengurus Alumni UNIKA Sejabodetabek periode 2017 – 2020.

Check Also

Begini Tanggapan Kadis Pendik Banyuwangi Sikapi Dugaan Selingkuh Anak Buahnya

BERITA9, BANYUWANGI – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono, menanggapi serius maraknya pemberitaan dugaan perselingkuhan …

Polisi : HS Bunuh Satu Keluarga di Bekasi Karena Dendam

BERITA9, JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengemukan, HS nekat membunuh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *