Saturday , November 17 2018
Home / Berita Baru / Sutrisno : Pengusaha Wajib Setor Upeti ke Oknum Pejabat Kemen PUPR

Sutrisno : Pengusaha Wajib Setor Upeti ke Oknum Pejabat Kemen PUPR

BERITA9, JAKARTA – Maraknya pemberitaan dari media Ini terkait pernyataan Ir Sutrisno KGA, membuat tim redaksi kembali menemuinya. Kali ini kami janjian direstoran Pondok Indah mall. Sebetulnya hari ini Sutrisno enggan diwawancarai karena ia sudah banyak mendapat telpon agar tidak usah membuka aib di Kemen PUPR, “Terus terang saya sebetulnya berat wawancara hari ini, karena pasti ini nanti banyak korban, tapi kalian kelihatannya sangat bersemangat jadi saya kasihan jika saya batalkan janji saya,” ucapnya kepada beberapa media.

Sutrisno menceritakan bahwa sepak terjang pejabat di Direktorat Penyediaan Perumahan sudah sangat menjijikkan. Praktek pencurian uang rakyat untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya, terjadi begitu masif. Mereka memperdagangkan proyek dengan memungut upeti 10 hingga 12 persen per proyek.

Modusnya sebelum dimulai tender, salah seorang direktur memanggil kepala satuan kerja (kasatker), PPK dan pokja untuk memploting proyek tersebut. Tim itu sudah mempersiapkan kontraktor semua proyek tersebut sekaligus lengkap dengan maharnya. Mereka membuat kode-kode tertentu untuk memudahkan pokja menggugurkan peserta tender yang lain. Biasanya mereka mengunci dengan systen beton pracetak dan pengelompokan proyek menjadi satu kesatuan yang besar.

Pemilik paten beton pracetak sudah diikat supaya hanya memberi dukungan kepada perusahaan yang menjadi pengantinnya. Yang tidak masuk akal lagi ada persyaratan tenaga ahli yang mencapai diatas seratus orang untuk satu paket. “Ini tidak masuk akal, perusahaan yang dimenangkan pun jika diperiksa dengan benar pasti tdk memenuhi syarat,” ungkap Sutrisno.

Ia melanjutkan, pola itu sudah berlangsung lama dan berjalan dengan sangat rapih. “Otak mereka sudah kalap, mereka menghalalkan segala cara untuk bisa menggarong uang rakyat. Bagi perusahaan yang tidak menjadi jagoannya ketika mendatangi mereka dengan sok bersih mereka mengatakan bahwa jamannya sudah berubah tidak ada bagi bagi proyek,” kata Sutrisno.

Memang sekilas kita akan bangga jika ada pejabat kita yang berpola pikir seperti itu. Namun semua itu cuma bohongan belaka karena yang terjadi justru sebaliknya. Lalu Sutrisno menunjuk nama Efrizal yang dianggap sebagai penguasa proyek karena jabatannya sebagai kasatker pusat merangkap koordinator segalanya ini.

Lalu ada Fitrah sebagai orang kepercayaan Direktur rumah susun dan Direktur rumah khusus yang menentukan siapa kontraktor yang akan menang dan yang mengutip upeti dari kontraktor.

Sutrisno menuding, tugas Dirsun dan Dirsus mengamankan kebijakan tersebut sekaligus yang mengatur penggunaan uang upeti. Tugas pokja hanya mencari kesalahan peserta tender yang bukan jagoannya. Setelah sesuai harapan, mereka tinggal berleha-leha menikmati hasil upeti tersebut .

Sutrisno lalu merinci pembagian upeti, diantaranya untu Pokja 1 persen, PPK 2 persen, Kasatker 4 persen, sedangkan para direktur diduga menerima dana 5 persen. Jumlah nomminal yang didapat dalam persen itu berasal dari total nilai per proyek. Misalnya nilai proyek Rp. 100 milyar, maka ada uang siluman sebesar 1,2 milyar yang mengalir ke oknum-oknum pejabat tersebut. “Bayangin jika anggaran yang tersedia Rp 5 trilyun, mereka dapat Rp 700 milyar untuk satu tahun. Uang tersebut kalau dipakai Presiden Joko Widodo untuk bangun jalan toll pasti sudah dapat 80 km. Apa tidak ngeri gurita korupsi di situ,” ujarnya.

Kemudian sutrisno dengan nada tinggi mengatakan bahwa mereka itu pejabat yang tidak pantas dipercaya rakyat. Wawancara terhenti dan rencana dilanjutkan besuk karena sutrisno ternyata sudah harus on air dengan salah satu TV asing. (*)

Check Also

Begini Tanggapan Kadis Pendik Banyuwangi Sikapi Dugaan Selingkuh Anak Buahnya

BERITA9, BANYUWANGI – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono, menanggapi serius maraknya pemberitaan dugaan perselingkuhan …

Polisi : HS Bunuh Satu Keluarga di Bekasi Karena Dendam

BERITA9, JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengemukan, HS nekat membunuh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *