Saturday , November 17 2018
Home / Berita Baru / Open Turnamen Sepakbola, Tanggungjawab Negara, Nilai Keluhuran, Agenda Pembangunan Infrastruktur

Open Turnamen Sepakbola, Tanggungjawab Negara, Nilai Keluhuran, Agenda Pembangunan Infrastruktur

BERITA9, GUNUNGSITOLI – Acara Pembukaan Open Turnament Sepakbola berlangsung di Lapangan Terbuka Tetesua, Sirombu, Nisbar, Kepni, pada hari Rabu, tanggal 31 Oktober 2018. Penyelenggara mengundang Firman Jaya Daeli sebagai tokoh masyarakat Kepni di tingkat nasional untuk menghadiri sekaligus menyampaikan kata sambutan dalam acara Pembukaan. Penyelenggaraan Open Turnamen Sepakbola dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumut yang juga Ketum PSSI Letjen TNI (Purn) Edi Rahmayadi melalui pemukulan gong.

Menurut Firman Jaya Daeli dalam kata sambutan ada tiga perihal yang melahirkan dan membangkitkan kebahagiaan dan kebanggaan bersama dengan terselenggaranya Open Turnamen Sepakbola. Tiga kebahagiaan dan kebanggaan ini merupakan inti pertimbangan dan hakekat pengharapan kita bersama untuk memajukan warga masyarakat dan wilayah kawasan.

Pertama, penetapan wilayah dan lokasi penyelenggaraan serta penetapan otoritas penyelenggara Open Turnamen Sepakbola. Wilayah kawasan dan lokasi Lapangan Terbuka terletak di belahan Barat Kepni, yang memiliki gugusan kepulauan dan kawasan lautan yang berada di Samudera Indonesia (pantai Barat Sumatera yang berbatasan dengan negara-negara sahabat).

Di awal Pemerintahan Jokowi-JK tahun 2014, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi pernah datang menginjak kaki di lokasi yang sama untuk menghadiri dan berpidato di kegiatan Pertemuan Raya Pemuda Se-Indonesia. Kehadiran Menteri Imam Nachrawi saat itu bersama dan ditemani Firman Jaya Daeli. Di akhir tahun 2018 ini, Gubernur Sumut mengunjungi lokasi yang sama juga untuk membuka Open Turnamen Sepakbola.

Kehadiran kedua pejabat ini merupakan kunjungan pertama di awal pengabdian sebagai Menteri dan Gubernur. Kunjungan dan kehadiran ini seharusnya dan sebaiknya memberi perspektif semangat baru dan pengharapan segar bagi masyarakat dan kawasan untuk meningkatkan kualitas pembangunan secara menyeluruh. Hal ini harus lebih berbeda secara khusus dan mesti ada pembeda tertentu karena merupakan kunjungan pertama. Lokasi ini juga baru pertama kali menerima kunjungan dan kehadiran pejabat negara setingkat menteri dan gubernur.

Kedua, proses dan hasil penyelenggaraan Open Turnament Terbuka. Proses dan hasil ini tidak hanya sekadar turnament pertandingan semata. Bukan bertujuan hanya dari turnament untuk turnament saja. Kualitas proses dan hasil maksimal dari turnament terletak pada sejauhmana turnament berhasil gemilang menjadi ruang dan waktu bagi suksesnya penyaluran minat dan bakat serta pembinaan atlet pesepakbola dan juga bobot olahraga sepakbola. Juga terletak pada sejauhmana turnament menggerakkan dan menggelorakan api semangat dan nilai-nilai sportivitas, kejujuran, kedisplinan, dedikasi, dan nilai-nilai keluhuran lainnya.

Api semangat dan sistem nilai ini merupakan modal penting dan prasyarat standar utama untuk merealisasikan dan menyebarkan revolusi mental yang sedang berjalan baik dan bergerak positif sebagai garda penggerak percepatan dan peningkatan Program Nawacita.

Kemudian turnamen semakin berarti jika didudukkan dalam kerangka dan dalam konteks pembudayaan persatuan, persamaan, persekutuan yang kuat, tinggi, dan tulus. Pembudayaan ini menjadi penting agar warga masyarakat dan bangsa senantiasa tumbuh dalam kultur “Bersatu Dalam Semangat Bhinneka Tunggal Ika Dan Gotongroyong”. Open Turnament Sepakbola dapat menjadi media dan wahana untuk mengkondisikan dan menggemakan spirit persatuan, persamaan, dan persekutuan sesama anak dan kader bangsa.

Ketiga, relasi penyelenggaraan Open Turnament Sepakbola Dldengan agenda pembangunan, yakni turnament dapat menjadi pemakna mata hati pikiran jajaran pemerintah nasional dan pemerintah provinsi. Juga pembuka cakrawala terhadap pergumulan masyarakat dan tantangan kawasan untuk keluar dari ketertinggalan, keterbatasan, dan keterbelakangan. Pemakna dan pembuka ini menuju sebuah kualitas pembangunan dan taraf kehidupan yang maju, adil, sejahtera, dan makmur.

Penyelenggaraan ini mengingatkan kembali kita semua akan kenyataan keminiman infrastruktur prioritas, kekurangan pelayanan memadai, ketertinggalan pergerakan perekonomian masyarakat dan kawasan. Pengingatan ini merupakan titik awalan dan pandu lanjutan untuk membangun infrastruktur secara menyeluruh dan bertahap. Perihal ini mendapatkan tempat dan menemukan relevansi dengan peningkatan kualitas program Nawacita Pemerintah Nasional di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, yang sungguh-sungguh gencar melakukan pembangunan infrastruktur.

Konsepsi dan formulasi pembangunan infrastruktur bermaterikan infrastruktur umum, infrastruktur perhubungan, infrastuktur energi dan sumber daya mineral (listrik dan air bersih). Infrastruktur ini sejatinya mengkondisikan dan mengembangkan program bidang pertanian, pangan, perkebunan, perikanan, kelautan, perindustrian, perdagangan, pariwisata. Selanjutnya program prioritas pelayanan publik (pendidikan, kesehatan, dan lain-lain), dan pergerakan perekonomian masyarakat dan kawasan Kepni. (*)

catatan :

Tulisan diatas telah mengalami perubahan disesuaikan dengan tata bahasa jurnalistik

Check Also

Begini Tanggapan Kadis Pendik Banyuwangi Sikapi Dugaan Selingkuh Anak Buahnya

BERITA9, BANYUWANGI – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono, menanggapi serius maraknya pemberitaan dugaan perselingkuhan …

Polisi : HS Bunuh Satu Keluarga di Bekasi Karena Dendam

BERITA9, JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengemukan, HS nekat membunuh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *