Saturday , November 17 2018
Home / Berita Baru / Pokok Pemikiran Firman Jaya di Kongres Nasional Permahi di Semarang

Pokok Pemikiran Firman Jaya di Kongres Nasional Permahi di Semarang

BERITA9, SEMARANG – Kongres Nasional dan Seminar Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi), berlangsung di Semarang, Jawa Tengah (2/11/2018). Acara Pembukaan dilaksanakan di Gedung Ghradika Bhakti Praja Gubernuran Jateng, direncanakan dibuka Menteri Koordinator Politik, Hukum, Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, tapi berhalangan hadir dan diwakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Hadir juga Dirjen Pembelajaran Dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek Dan Dikti RI Prof. Dr. Intan Akhmad, Firman Jaya Daeli (mantan Tim Perumus UU Kepolisian, UU Kejaksaan, UU Kehakiman, UU KPK, dan Anggota DPR-RI), Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono, Kadiv Binkum Mabes Polri Irjen Pol. Masguntur Laupe.

Dalam pengantarnya, Firman Jaya Daeli membawa tiga pemikiran, yakni, Pertama, pemikiran strategis dan pertimbangan mendasar mengenai Pembangunan Hukum Nasional Indonesia. Pemikiran dan pertimbangan ini, harus senantiasa berdasarkan ideologi dan falsafah Pancasila.

Konsepsi, substansi, dan formulasi Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, harus diletakkan dan dikembangkan untuk menjabarkan sekaligus menguatkan Sila-Sila Pancasila secara utuh menyeluruh integratif. Kemudian Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, mesti selalu berlandaskan konstitusi UUD 1945. Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, mesti ditempatkan dan diselenggarakan untuk melaksanakan dan juga menegakkan amanat dan ketentuan UUD 1945. Selanjutnya Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, tentu sejatinya bersemangat bhinneka tunggal ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedua, spritualitas konsepsi, substansi dan formulasi Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, pada dasarnya harus berjiwa, bersifat, dan berkarakter progresif dan ideologis. Spritualitas ini menjadikan Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, selalu dan seterusnya berposisi untuk terbuka, cepat, maju, berkembang serta bergerak pada garis jalan perjuangan yang strategis, prinsipil, dan menentukan. Spritualitas pembangunan hukum nasional Indonesia, mesti berjiwa, bersifat, dan berkarakter responsif dan dinamis.

Spritualitas ini mengkondisikan Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, senantiasa dan selanjutnya berpendirian mampu, cepat, dan tepat menanggapi, mengakomodasi, dan mewadahi situasi kondisi dan suasana keadaan kerakyatan dan kebangsaan, serta berjalan pada ranah yang menggerakkan dan menggerakkan perubahan dan pembaruan. Spritualitas Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, juga harus berjiwa, bersifat, dan berkarakter sosiologis dan humanis.

Spritualitas ini menciptakan Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, agar sensitif terhadap problem, pergumulan, dan tantangan sosial kerakyatan dan kebangsaan sehingga sensitifitas ini berorientasi pada kemauan dan kemampuan Pembangunan Hukum Nasional Indonesia, menyuarakan issue-issue sosial dan ekonomi, serta memastikan dan menumbuhkan dimensi kemanusisan Pembangunan Hukum Nasional Indonesia.

Ketiga, relasi ormas profesi hukum Permahi dengan Indonesia Raya, kemudian korelasi antara Kongres Nasional Permahi dengan pembangunan hukum nasional Indonesia. Permahi seharusnya dan sejatinya berposisi dan berperan memajukan dan memakmurkan Indonesia melalui keberadaan dan kemajuan keseluruhan program dan kegiatan civitas organ Permahi di seluruh Indonesia. Jajaran Pemerintahan Nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Jokowi dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sedang berjalan dan bergerak maju dalam tempo kerja cepat mewujudkan dan melaksanakan Program Nawacita.

Sebagian program ini berintikan dan berkaitan dengan penguatan dan pengembangan organ-organ profesi hukum dan organisasi kemasyarakatan kemahasiswaan hukum. Intisari program Nawacita bermuatan utama pada peningkatan, percepatan, dan perluasan kualitas kehadiran negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia ; merealisasikan pembangunan infrastruktur terpenting utama dan terpengaruh strategis, memastikan kualitas dan kuantitas pelayanan dan perlindungan publik secara hakiki ; memaknai dan mewarnai pergerakan dan pembangunan perekonomian.

Makna dan hakekat relasi inilah yang tentu dan mesti ditangkap dan dijawab Permahi dalam Kongres dan melalui keputusan- keputusan kongres nasional. Hal ini bertujuan untuk menuju masa kini dan masa depan kepemimpinan dan kader muda profesi hukum yang profesional, kredibel, dan akuntabel. Kongres Nasional Permahi harus menemukan dan membangkitkan korelasinya dengan Tema Kongres dan Seminar Nasional.

Pemaknaan relasi dan korelasi ini akan semakin meningkatkan dan meneruskan kekuatan, keteladanan, kewibawan, keharuman Permahi di dalam bingkai wadah NKRI yang berideologi dan berfalsafah Pancasila dengan landasan konstitusi UUD 1945 yang bersemboyan dan bersemangat Bhinneka Tunggal Ika. (*)

catatan :

Tulisan diatas telah mengalami perubahan disesuaikan dengan tata bahasa jurnalistik

Check Also

Begini Tanggapan Kadis Pendik Banyuwangi Sikapi Dugaan Selingkuh Anak Buahnya

BERITA9, BANYUWANGI – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono, menanggapi serius maraknya pemberitaan dugaan perselingkuhan …

Polisi : HS Bunuh Satu Keluarga di Bekasi Karena Dendam

BERITA9, JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengemukan, HS nekat membunuh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *