Wednesday , January 16 2019
Home / Banyuwangi / Aktivis se Banyuwangi Desak Jaksa Segera Eksekusi BP
Aktivis luar kota mendemo Kejari Banyuwangi protes atas putusan terdakwa pengusung logo palu arit Budi Pego (foto istimewa)

Aktivis se Banyuwangi Desak Jaksa Segera Eksekusi BP

BERITA9, BANYUWANGI – Gabungan organisasi masyarakat (Ormas) se Banyuwangi menyesalkan aksi demo yang dilakukan segelintir aktivis dari luar kota membela Heri Budiawan alias Budi Pego alias BP, Kamis (27/12/2018)

BP koordinator demo yang mencantumkan logo palu arit, telah divonis hukuman penjara 4 tahun oleh Mahkamah Agung. Palu arit selama ini dikenal sebagai logo Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terlarang hidup di bumi Indonesia.

“Bisa diduga kelompok pembela ini memiliki pemahaman yang sama, untuk itu fenomena tersebut harus menjadi sebuah kewaspadaan, baik untuk warga Banyuwangi, maupun masyarakat Indonesia,” ucap Ketua LSM Kodeba, Suparmin kepada media, Kamis (27/12/2018).

Suparmin lalu menyarankan agar tim pengacara BP melakukan upaya hukum lanjutan jika tidak puas dengan putusan MA. “Sebaiknya mereka melakukan PK (Peninjauan Kembali), karena gerakan moral sekarang sudah kadaluarsa, kenapa tidak dalam masa proses kasasi,” ucap Suparmin.

Sementara terkait kemunculan aktivis luar daerah pembela BP, pria yang akrab disapa mbah Parmin menilai, fenomena tersebut justru merugikan, sebab aktivis luar daerah sudah tentu tidak mengetahui karakter masyarakat Bumi Blambangan.

“Dan kita wajib waspada, siapa tahu aktivis luar daerah tersebut dimanfaatkan oknum atau membawa misi yang berakibat terjadinya gesekan masyarakat Banyuwangi dengan aparat,” ungkapnya.

Yang tidak boleh lengah, lanjut mbah Parmin, saat ini adalah tahun politik. Dan bisa jadi ada pihak tak bertanggung jawab yang sengaja bermain guna mencari keuntungan.

Baca Juga :

Dia juga menyebutkan, para aktivis lokal harus paham, bahwa kehadiran aktivis luar daerah bisa berimbas pada kepercaaan masyarakat. Dimana warga Banyuwangi bisa tidak percaya lagi pada aktivis putra daerah.

“Padahal, aktivis luar daerah itu belum tentu lebih pinter. Tapi saat aktivis luar daerah yang dipercaya masyarakat, apa yang akan terjadi?, yang terjadi rawan adanya adu domba antar aktivis Banyuwangi,” pungkas mbah Parmin.

Sebelumnya terjadi aksi demo bela BP di Kejari Banyuwangi, pada Kamis (27/12/2018). Massa yang didampingi aktivis lokal dan luar daerah, mendesak Kejaksaan untuk menangguhkan eksekusi terhadap BP atas vonis 4 tahun yang dijatuhkan oleh MA.

Massa menganggap, pengadilan terhadap BP adalah tindakan kriminalisasi. Meskipun yang diadili oleh MA bukan terkait demo yang dilakukan BP cs, melainkan kemunculan logo palu arit dalam aksi tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, persidangan kasus demo berlogo palu arit Pesanggaran ini sempat menjadi sorotan sejumlah ormas yang tergabung dalam wadah ormas Penyelamat NKRI.

Yang terdiri dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Forum Peduli Umat Indonesia (FPUI), Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Suara Blambangan (Forsuba), selaku lembaga yang digawangi para sesepuh GP Ansor.

Keberadaan logo palu arit dalam spanduk demo Pesanggaran, 4 April 2017, dianggap sudah bisa dijadikan bukti. Apalagi logo tersebut memang terlihat jelas dari foto serta rekaman video suasana demo yang sempat diputar didepan persidangan.

Banyuwangi punya sejarah kelam. 62 orang kader GP Ansor setempat telah menjadi korban kekejaman PKI pada 18 Oktober 1965 di Dusun Cemetuk, Desa Cluring, Kecamatan Cluring. (red)

Laporan : Joko Prasetyo

Check Also

Permudah Urusan Pelayanan, Pemdes Aliyan Gandeng Dispenduk Capil Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI – Masyarakat Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, merasa gembira. Pasalnya hari Selasa, …

Sri Wahju: Fasilitas Sekolah Belum Sempurna, Kegiatan  Mengajar Tak Akan Terganggu

BERITA9, BANYUWANGI – Semangat ingin menjadikan siswanya sebagai murid yang cerdas dan pintar, apa yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *