Wednesday , January 16 2019
Home / Berita Baru / GP Ansor Minta Presiden Jokowi Revisi UU, Supaya ASN Pro Khilafah Langsung Dipecat
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara Jum'at 11 Januari 2019 (foto bid humas Istana Presiden)

GP Ansor Minta Presiden Jokowi Revisi UU, Supaya ASN Pro Khilafah Langsung Dipecat

BERITA9, JAKARTAPimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mendesak Presiden Jokowi untuk merevisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatus Sipil Negara. Revisi diperlukan agar ASN yang memganut paham radikal dan pro khilafah bisa langsung dipecat.

Permintaan ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Pusat GP Ansor saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

“Kami minta Presiden setelah kontestasi politik selesai, pemerintah segara merevisi UU ASN agar memberi ruang gerak yang cukup bagi pemerintah untuk menindak orang-orang seperti ini yang sekarang ada di institusi pemerintah,” kata Ketua Umum GP. Ansor Yaqut Cholil Quomas didampingi pengurus pusat lainnya kepada media usai bertemu Presiden Jokowi.

Gus Yaqut, begitu biasa ia dipanggil, mengatakan UU ASN yang ada saat ini tak memungkinkan bagi pemerintah menindak tegas para ASN yang radikal dan pro khilafah.

Baca Juga :

Padahal, menurut GP Ansor, ASN yang radikal dan pro khilafah ini banyak ditemukan di berbagai instansi pemerintahan hingga Badan Usaha Milik Negara.

“Sudah banyak kelompok pengusung khilafah yang ingin negara lain selain Indonesia masuk ke sana. Pejabat teras di BUMN juga banyak. Kami sampaikan ke presiden dan kami minta ketegasan presiden untuk menindak orang-orang itu,” Gus kata Yaqut.

“Kami paham pemerintah terbentur dengan UU tak bisa main pecat ASN yang terlibat dalam gerakan khilafah itu. Memutasi pun ada aturannya karena ada UU ASN yang atur,” ujar dia.

Menurut Yaqut, Presiden Jokowi menyambut baik usul GP Ansor untuk merevisi UU ASN ini. Bahkan Presiden berjanji akan segera merealisasikannya.

“Ya presiden menjanjikan nanti akan segera direvisi. Karena ini sangat krusial ya. Mereka makan dari negara, tetapi mereka merongrong negara,” pungkas Gus Yaqut. (red)

Check Also

Permudah Urusan Pelayanan, Pemdes Aliyan Gandeng Dispenduk Capil Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI – Masyarakat Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, merasa gembira. Pasalnya hari Selasa, …

Sri Wahju: Fasilitas Sekolah Belum Sempurna, Kegiatan  Mengajar Tak Akan Terganggu

BERITA9, BANYUWANGI – Semangat ingin menjadikan siswanya sebagai murid yang cerdas dan pintar, apa yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *