Wednesday , January 16 2019
Home / Berita Baru / OJK Rilis Aturan Baru DP Kendaraan 0 Persen
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (foto dok BERITA9)

OJK Rilis Aturan Baru DP Kendaraan 0 Persen

BERITA9, JAKARTAOtoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis aturan baru terkait ketentuan uang muka atau Down Payment (DP) kendaraan bermotor pada perusahaan pembiayaan (multifinance).

Aturan yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35 Tahun 2018 itu membuat DP mobil atau motor menjadi nol persen, dari sebelumnya lima persen.

Juru bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, uang muka nol persen kendaraan bermotor hanya berlaku bagi perusahaan multifinance yang memiliki rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) di bawah satu persen.

“Yang bisa menyalurkan DP nol persen yakni perusahaan pembiayaan yang punya NPF maksimal satu persen. Itu menunjukkan tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan itu bagus,” ujar Sekar di Jakarta Selatan, Jum’at, (11/01/2019).

Menurut Sekar, guna mewujudkan aturan OJK, maka perusahaan multifinance harus sehat dengan menunjukan kemampuannya menjaga mekanisme risiko pembiayaannya, termasuk mengukur pengucuran pembiayaan kendaraan agar tak meningkatkan risiko NPF.

Baca Juga :

“Jadi tergantung dari risk appetite perusahaan pembiayaan tadi, apakah akan berpengaruh terhadap kondisi transportasi segala macam. Saya rasa akan lebih terukur,” ujarnya.

Sementara itu, perusahaan pembiayaan yang memiliki rasio NPF antara satu hingga di bawah tiga persen dikenakan DP kendaraan bermotor sebesar 10 persen. Sedangkan perusahaan dengan NPF neto di atas tiga hingga di bawah lima persen wajib menerapkan uang muka sebesar 15 persen.

Adapun perusahaan pembiayaan dengan tingkat kesehatan keuangan neto sebesar lima persen wajib mengenakan DP sebesar 15 persen bagi kendaraan roda dua atau tiga, empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan investasi. Bagi kendaraan roda empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan multiguna, perusahaan wajib mengenakan uang muka 20 persen.

Sedangkan perusahaan pembiayaan dengan NPF neto di atas lima persen wajib memenuhi ketentuan uang muka untuk kendaraan bermotor roda dua atau tiga, serta roda empat atau lebih untuk pembiayaan investasi paling rendah 20 persen, serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk pembiayaan multiguna paling rendah 25 persen.

Dalam beleid sebelumnya, OJK menetapkan kewajiban uang muka untuk motor dan mobil paling rendah sebesar lima persen dan paling tinggi sebesar 25 persen. (red/medcom)

Check Also

Permudah Urusan Pelayanan, Pemdes Aliyan Gandeng Dispenduk Capil Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI – Masyarakat Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, merasa gembira. Pasalnya hari Selasa, …

Sri Wahju: Fasilitas Sekolah Belum Sempurna, Kegiatan  Mengajar Tak Akan Terganggu

BERITA9, BANYUWANGI – Semangat ingin menjadikan siswanya sebagai murid yang cerdas dan pintar, apa yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *