Thursday , January 23 2020
Home / Berita Utama / Hukum Dan Kriminal / Kades di Nias Utara ini Terindikasi Nilep Dana Desa
Kepala Desa Ononamolo Tumula Galisandre Zalukhu membantah melakukan korupsi dana desa (foto frans)

Kades di Nias Utara ini Terindikasi Nilep Dana Desa

BERITA9, NIAS UTARA – Pembukaan badan jalan dari RT 11 menuju RT 12 di lingkungan Dusun III Desa Ononamolo tumula Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara yang sumber Dana nya berasal dari Dana Desa tahun anggaran 2015/2016 menuai protes dan kecaman dari warga masyarakat Desa Ononamolo Tumula dan melaporkan oknum Kepala Desa kepada Pihak penegak hukum.

Dipimpin Marthinus Zalukhu anggota BPD (Badan Pemberdayaan Desa) puluhan warga Ononamolo Tumula, menuntut kepala Desa Galisandre Zalukhu, untuk mempertanggungjawabkan dana desa yang tidak jelas arah penggunaan nya.

Menurut Martinus, dana desa yang telah diterima sesuai musyawarah Desa, pada tahap pertama sebesar 115 juta rupiah dan dana yang diarahkan untuk fisik sebesar 76 kita rupiah lebih berdasarkan Musyawarah di Desa untuk Dana Desa Tahap I, diarahkan untuk pembersihan dan penggalian parit dan upah kerja 115 ribu rupiah per patok (setiap patok panjang 3.705 cm) dikalikan dengan 256 kepala keluarga dengan pembukaan badan jalan sepanjang 948 meter maka jumlah pengeluaran untuk upah sebesar Rp.29.440.000 selanjutnya untuk penebangan pohon kami kirakan 188 batang kali Rp.15.000,-/batang jumlah nya Rp.2.820.000 untuk pembongkaran akar kayu sebesar Rp.1.500.000,- maka dari keterangan diatas jika di kalkulasi besaran pengeluaran untuk pembukaan badan jalan Rp.33.760.000,” tutur Marthinus Zalukhu

Tambahnya, Galisandre Zalukhu selaku Kepala Desa beserta para pengurus Dana desa ini,untuk mempertanggung jawabkan kerugian masyarakat Desa Ononamolo tumula. “Kalau kita hitung dari besaran dana yang diterima pada tahap pertama yang 40 persen dan dikurangi dengan jumlah totalitas pengeluaran,jelas ada penyelewengan dan penyimpangan untuk dana desa ini, dari yang Rp.76.945.500,-33.760.000 maka sisa dana yang tidak jelas pengarahan nya sebesar Rp.43.185.500 jadi pertanyaannya sekarang dimana dana selebihnya? jadi patut kita curigai, kepala desa nya main-main dengan uang masyarakat, ungkap Marthinus Zalukhu.

Ditempat yang sama mewakili dari masyarakat yang banyak Afearo Gea, membenarkan dugaan penyelewengan Dana Desa tahap I, yang dilakukan oleh Galisandre Zalukhu selaku Kepala Desa Ononamolo Tumula.

“Kondisi jalan tersebut, sampai sekarang kami nyatakan belum siap, sepanjang jalan yang sudah dimusyawarahkan untuk pembukaan badan jalan, masih terlihat batang kayu, akar kayu masih berserak di jalan dan terlihat seolah belum dikerjakan,lalu dimana diarahkan dana tahap I yang sudah turun ? lebih aneh nya lagi, pencairan dana tahap ke-II sudah turun, tanggal 03/01/2016, yang lalu, sesuai dengan musyawarah di Desa, jadi pertanyaan nya sekarang, bagaimana dengan pertanggung jawaban dengan anggaran perbelanjaan Dana Desa untuk tahap satu, seolah kepala desa hanya mau buat musyawarah kalau uang nya turun saja, sementara tahapan untuk penutupan tahap, masyarakat tidak diperlukan,” ungkap Afearo Gea dengan nada kesal

Saat dimintai konfirmasinya terkait tuduhan tersebut, Kepala Desa Ononamolo Tumula Galisandre Zalukhu membantah dan mengklaim seluruh dana sudah sesuai peruntukan. Untuk dana tahap pertama sudah turun mampu dikerjakan seratus persen hingga selesai.

Sesuai dengan besaran dana yang telah dikucurkan dari pemerintah kita sudah jalankan sesignifikan mungkin,tidak ada penyelewengan,dan pengerjaannya sudah selesai dilapangan, sesuai yang 40 persen yang kita terima pada tahap I, sekarang tahap ke-II juga sudah turun dan kita lanjutkan pembangunannya,” pungkasnya.

Saat Berita9 melakukan peliputan warga masyarakat Desa Ononamolo tumula, berharap kepada Pemerintah Nias Utara dan penegak hukum menindak oknum-oknum yang tidak pro pembangunan desa, demi pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berbasis desa diwilayah Kabupaten Nias Utara. (red/asa)

Laporan Biro Nias Fr.Lature