Home / Berita Baru / Larang Muslim Masuk AS, Trump Kibarkan Perang Dunia ke III

Larang Muslim Masuk AS, Trump Kibarkan Perang Dunia ke III

BERITA9, JAKARTA – Benar-benar hantaman keras dari putusan politik presiden Donald Trump buat negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Bagaimana mungkin suatu negara yang didirikan oleh para imigran alias pendatang dan juga dipimpin oleh Presiden yang juga seorang imigran Jerman, mengeluarkan kebijakan melarang para imigran yang berasal dari 7 negara mayoritas Muslim untuk masuk ke negara Amerika Serikat.

Nama negara yang disebutkan dalam pengumuman di Gedung Putih AS adalah; Iran, Irak, Sudan, Somalia, Suriah, Libya dan Yaman. Pasca putusan kontroversial dikeluarkan oleh Trump, langsung didalam negeri terjadi pembakaran sebuah mesjid di Texas.

Diluar negeri akibat dari kebijakan penangguhan visa tersebut juga berdampak keresahan bagi negara-negara muslim mayoritas diluar tujuh negara di atas, tak terkecuali  negara Indonesia langsung merespon melalui Menteri Luar Negeri, agar warga negara Indonesia yang berada AS untuk berhati-hati dan mencermati kebijakan negara adidaya tersebut.

Hampir di seluruh Bandara luar negeri para penumpang pesawat tujuan Amerika Serikat yang berasal dari tujuh negara tersebut langsung di tahan, dan dibatalkan visa Amerika-nya. Dampak putusan ini dirasakan pula oleh Juara Dunia lari maraton 5 KM & 10 KM dari Inggris bernama So Farah.

Dia tinggal di Amerika dengan istrinya asli warga negara Amerika, namun pelari maraton tersebut adalah imigran keturunan Somalia. Otomatis dengan adanya peraturan ini dia tidak dapat lagi ke Amerika untuk berkumpul dengan anak istrinya.

Negara Islam Iran dan negara Irak langsung bereaksi dengan keras membalas keputusan tersebut, dengan membuat  larangan bagi warga Amerika bekerja di negaranya. Padahal kepentingan proyek tambang minyak di kedua negara kaya minyak itu sangat besar, bahkan sangat bergantung. Tentunya ini bisa menjadi sebuah tamparan buat Trump. Belum lagi PBB sangat mengecam kebijakan presiden pengganti Obama tersebut.

Menyikapi hal ini tentunya kita bisa ambil sikap untuk menentang, dengan cara apa Ayo kita sesama saudara seiman untuk bersatu.

Kecilkan perbedaan dan besarkan persamaan. Kita lawan kebijakan yang konyol ini. Jangan habiskan energi kita hanya untuk kepentingan sesaat, jangan habiskan pikiran kita hanya untuk menyerang saudara kita sendiri dengan kata-kata yang tak berfakta. Kita punya kepentingan yang sama yaitu AWAN AROGANSI AMERIKA SERIKAT !! (red)

Penulis : Sudiono Sabar