oleh

Pasien Luka Bakar Tewas, Pelayanan RSUD Gusit Patut Dipertanyakan 

loading...

BERITA9, GUNUNGSITOLI – Akibat terlambatnya penanganan dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli, seorang pasien luka bakar, Rita Artati Harefa (33), meninggal dunia, Rabu (15/3). 

Informasi yang dihimpun wartawan, Rita dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Gunungsitoli setelah mendapat luka bakar serius di sekujur tubuhnya saat rumahnya terbakar pada Selasa (14/3) lalu. 

Ia terjebak dalam kamar saat si jago merah melalap habis rumahnya, di Desa Meafu, Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara. Beruntung Rita berhasil diselamatkan, dan kemudian langsung dilarikan keluarganya ke UGD RSUD Gunungsitoli. Namun sayang, nyawa Rita tak dapat tertolong lagi. Rita menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Gunungsitoli, Rabu (15/3) pagi. 

Salah seorang keluarga Rita, Peringatan Gea, kepada wartawan di ruang UGD RSUD Gunungsitoli, menilai, pelayanan pihak RSUD Gunungsitoli terhadap saudari iparnya tidak maksimal. Tindakan yang dilakukan perawat hanya sekedar membersihkan luka di tubuh. 

Menurut para perawat yang menangani Rita, kata Peringatan, tindakan tersebut sementara dilakukan, sembari menunggu kedatangan dokter jaga.

“Pas kutanya, kenapa hanya dibersihkan, perawat mengatakan, sedang menunggu kedatangan dokter. Namun sampai saudari saya meninggal (dunia), dokter yang ditunggu-tunggu tidak muncul,” pungkasnya. 

Membantah

Direktur RSUD Gunungsitoli, Julianus Dawolo , saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (16/3) petang, membantah ketiadaan dokter jaga di UGD. “Dokter saya di UGD, 24 jam ada. Saat itu, ini dokter jaga yang menangani Rita,” ucapnya seraya menunjuk dokter Yudika Dian K. Gulo. 

Dikatakannya, pihaknya sudah melakukan beberapa tindakan pertolongan kepada Rita, berupa pengompresan, pemasangan infus, dan penyuntikan pena seksi. Namun semuanya sia-sia, sebab Rita mengalami luka bakar stadium II atau 90 persen. “Yang semakin mempersulit penanganan kita adalah telah adanya cairan berwarna biru di sekujur tubuh Rita,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan maaf kepada keluarga Rita, karena anggotanya tidak sempat memberitahukan tentang kecilnya kemungkinan hidup Rita.(red/bhm)
Laporan Biro Nias, Siswanto Laoli

Komentar

3 komentar

    1. Waowww… mantap x cara pengelakkan bpk direktur RSU GUSIT ini y, sesuatu kesalahan dan kelalaian bs di elaknya lewat kalimat pintarnya doang, tampaknya direkturnya mo betah lama di posisinya skrg ne, makanya bagi pegawai yg lalai di bentenginya.

Comments are closed.

News Feed