Saturday , July 20 2019
Home / Internasional / Markas di Serang Taliban, Tentara Tewas Tembus 140 Orang
Situasi di markas tentara Afghanistan sesaat setelah insiden penyerangan oleh tentara Taliban (foto AFP)

Markas di Serang Taliban, Tentara Tewas Tembus 140 Orang

BERITA9, KABUL – Sedikitnya 140 tentara Afghanistan tewas, pada Jumat 21 April kemarin akibat serangan Taliban. yang tampaknya menyamar dengan seragam militer. Serangan ini paling mematikan yang pernah terjadi di sebuah pangkalan militer Afghanistan, menurut sejumlah pejabat. 

Mengutip kantor berita AFP, seorang pejabat di kota utara Mazar-i-Sharif, di mana serangan itu terjadi, mengatakan pada Sabtu 22 April, bahwa setidaknya 140 tentara tewas dan banyak lainnya luka-luka. Pejabat lain menyebutkan jumlah korban tewas bahkan lebih banyak lagi.

 Para pejabat tersebut berbicara secara anonim karena pemerintah belum merilis jumlah korban melalui pengumuman resmi.

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) di Washington, Jumat, telah mengungkapkan korban lebih dari 50 orang tewas dan terluka.

 Menurut para pejabat setempat, satu grup 10 pejuang Taliban, yang mengenakan seragam tentara Afghanistan sambil memacu kendaraan militer, menyerang pangkalan tersebut dan melepaskan tembakan ke arah tentara yang sedang makan dan barusan meninggalkan sebuah masjid setelah shalat Jumat. Para penyerang memakai granat berpeluncur roket dan senapan, kata mereka.

 ‘Serangan tersebut merupakan pembalasan atas pembunuhan beberapa pemimpin senior Taliban baru-baru ini di Afghanistan utara,’ kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters, Sabtu 22 April 2017.

 Koalisi militer pimpinan NATO menyebarkan para pelatih ke basis di mana serangan tersebut terjadi untuk mendidik dan membantu pasukan Afghanistan. Namun pejabat koalisi mengatakan tidak ada pasukan internasional yang terlibat dalam serangan tersebut. 

Pemerintah Afghanistan yang didukung Barat terjebak dalam perang yang berkepanjangan melawan gerilyawan Taliban dan kelompok militan lainnya. (red)