Saturday , March 23 2019
Home / ASWAJA / Menteri Agama Buka Muktamar Sastra di Ponpes Sukorejo Situbondo
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Muktamar Sastra Indonesia (foto: sutikno/BERITA9)

Menteri Agama Buka Muktamar Sastra di Ponpes Sukorejo Situbondo

BERITA9, SITUBONDO – Muktamar Sastra pertama kali digelar sejak bertempat di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Kabupaten Situbondo Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).

Muktamar sastra pertama kali yang digelar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo tersebut, dihadiri ratusan sastrawan dan beberapa tokoh sastra dari seluruh Indonesia.

Dalam pembukaan Muktamar Sastra Nasional tersebut selain di hadiri pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Sukorejo KH Raden Achmad Azaim Ibrahimy, juga di hadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sastrawan dan budayawan KH. Ahmad Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus, peraih anugerah budayawan KH. Zawawi Imron, anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Ulil Abshar Abdalla serta jajaran Forkopimda Kabupaten Situbondo.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Muktamar Sastra merupakan muktamar yang sangat luar biasa. Karenanya ia memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah sebagai penyelenggara.

“Muktamar Sastra ini adalah merupakan muktamar pertama kali yang digelar di Indonesia. Maka dengan segala kewenangan yang saya miliki, Insya Allah saya memastikan muktamar sastra ini akan terus ada,” kata Lukman.

Baca Juga :

Lukman juga berharap kagiatan ini tidak berhenti di sini saja, namu supaya terus berkelanjutan. “Saya sambut dengan antusias peran pesantren demi kesatuan dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Sementara, KH. Misbahul Munir, ketua PWNU Jawa Timur juga mengatakan, jika muktamar tersebut digelar untuk menggali serta menelusuri sastra nusantara dan sastra pesantren serta kontribusi sastra serta perkembangan sastra Indonesia dan peradaban bangsa.

Masih lanjut Kyai Munir, pelaksanaan Muktamar Sastra yang pertama kali ini pembahasannya sejak awal tahun 2017 dan ini atas inisiatif pengasuh Pondok pesantren Salafiah Safi, iyah KH.Raden Achmad Azaim Ibrahimy.

Melalui perbincangan beberapa lembaga NU, TV9 Nusantara, Bidang Pengembangan Kebudayaan PP RMI NU , maka bersepakat untuk menyelenggarakan perhelatan Muktamar Sastra dengan membuka peluang kerjasama dengan pihak – pihak lain, baik secara pribadi, kelembagaan swasta maupun pemerintah kemudian Muktamar kali ini di sepakati.

Kyai Munir menambahkan, jika di hari sebelumnya sebagian dari nilai – nilai itu memudar, maka gerakan kebudayaanlah yang diharapkan bisa memulihkan kembali. Dengan komitmen kebudayaan kita berharap bisa kembali menggali kenusantaraan dan membangun kebangsaan,” pungkasnya (red)

Laporan Biro Situbondo : Sutikno

Kaper Karsidenan Besuki : Joko Prasetyo