Home / Berita Baru / Jangan Pilih Politikus Busuk

Jangan Pilih Politikus Busuk

BERITA9, JAKARTA – Partai politik (Parpol) sebagai institusi demokrasi, mempunyai peran besar dalam sistim demokrasi sebagai lembaga representatif yang mewakili kepentingan konstituennya.

Harap jangan dilupakan juga, bahwa partai politk juga sebagai sumber daya pemimpin Daerah dan jabatan politik lainya. Ihwal meruyaknya kasus korupsi yang mendera Indonesia. Maka perihal yang satu ini, menjadi penting, jika Partai Politik dengan penuh kearifan dan kejujuran melakukan refleksi, terhadap kenyataan.

Bahwa  begitu banyaknya  kader-kader partai yang menyandang jabatan politik kemudian menistakan kehormatan dirinya sendiri dengan menjadi monster  menakutkan sekaligus menjelma sebagai musuh rakyat.  Bagaikan psikopat saja tebar senyum serta melambaikan tangan setelah diperiksa ber Jam-jam yang seterusnya dinyatakan sebagai tersangka sebagai maling uang rakyat, penyalah gunaan jabatan, melanggar etika sosial dan Agama.

Yang kemudian sebagai politikus, kader partai tersebut masuk dalam katagori politisi busuk. Jika ada Parpol yang teledor atau pura-pura tidak tahu lantas tetap saja mencalon kan. Maka Partai tersebut masuk dalam katagori Partai politik busuk.

Ihwalnya, perhelatan nasional yang bakal di gelar serentak tahun 2017. Bisa dikatakan peristiwa besar. Sebab penyelenggaraannya memerlukan biaya besar. Serta  melibatkan seluruh warga masyarakat seluruh pelosok Nusantara, Perhelatan Nasional tersebut, lazim disebut Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah), merupakan siklus lima tahunan pesta demokrasi bagi rakyat. Hal ini dihajatkan untuk memilih siapa yang akan memimpin daerah nya lima tahun kedepan.

Demokrasi dapat mengurangi kemiskinan…. Amaratya Sen, Sang penerima nobel bidang ekonomi berujar, “Jika demikian pesta demokrasi yang bakal dilaksanakan 2017 bisa di asumsikan sebagai  pesta mengurangi kemiskinan,”.

Hal itu sangat mungkin, jika demokrasi dapat di pahami sebagai fitrah kemanusiaan. Sistem demokrasi, merupakan pemenuhan atas hak kemanusiaan  kepada rakyat, karena itu idiom demokrasi, selalu saja sama. dari rakyat, oleh rakyat ( melalui perwakilan yang dipilih ) dan untuk rakyat. Dalam presfektif perwakilan, maka lembaga DPRD sebagai pengngejawatahannya adalah repentasi rakyat.

Pemilukada serentak 2014, menjadi sangat penting bagi seluruh komponenmasyarakat daerah seluruh pelosok Indonesia, untuk mengkritisi, mengevalluasi, memberikan penilaian lalu menjatuhkan pilihan dan sekaligus menolak calon Gubernur, Bupati dan Walikota jika yang  bersangkutan mempunyai jejak rekam buruk, cacat moral dan tidak mempunyai kapasitas.

Harap di ingat popularitas calon tidak begitu penting. Partai politik  harus lebih mengedepankan integritas, kapasitas dan kualitas calon. Jika perlu partai politik membuat fakta Integritas dengan para calon Gubernur.

Pemilukada 2019 dilaksanakan dalam atmosfir terpuruknya kepercayaan rakyat terhadap kinerja partai politik. Hal ini karena banyaknya elit politik partai tertimpa musibah moral.

Mulai dari yang tersandung masalah narkoba, tertangkap masalah perjudian hingga yang masuk bui lantaran terjebak dalam kubangan korupsi.

Fatal memang ketika korupsi menjadi musuh bersama justru elit politik partai yang menduduki jabatan terhormat terseret korupsi. Moga-moga para Calon Gubernur dan wakil, Bupati dan wakil serta para calon Walikota dan wakil Walikota semua clear. Bukan politikus busuk. (red)

Penulis : KH. Ronggosutrisno