Saturday , March 23 2019
Home / Banyuwangi / Kepala Sekolah SDN Kaligondo Banyuwangi, Diduga Lakukan Pungutan ke Guru Yang Sedang Sakit

Kepala Sekolah SDN Kaligondo Banyuwangi, Diduga Lakukan Pungutan ke Guru Yang Sedang Sakit

BERITA9, BANYUWANGI – Pelaksana tugas Kepala Sekolah (PLT Kepsek) Dasar Negeri Kaligondo 4 Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sungkowo dituding telah melakukan pungutan diluar ketentuan terhadap salah satu guru disekolah yang dia pimpin. Hal tersebut di sampaikan oleh AG, salah seorang keluarga Dwi Ariyanti guru disekolah itu.

Kepada awak media AG menjelaskan, Dwi Ariyanti, salah seorang guru dimintai dana sebesar Rp. 1,5 juta per bulan oleh Sungkowo. Uang itu wajib dibayar Dwi sebagai kompensasi Dwi tidak pernah mengajar dikelas.

“Uang itu katanya untuk membantu membayar guru sukwan. Kejadian ini sudah berjalan 4 bulan,” kata AG kepada awak media Rabu, (9/1/2019).

Foto guru Dwi Ariyanti sengaja di blur redaksi

Sementara Plt Kepsek SDN 4 Kaligondo Sungkowo saat dikonfirmasi oleh awak media dikantornya hari ini Rabu (9/01/2019) membenarkan jika telah meminta uang kepada salah satu gurunya yang bernama Dwi Ariyanti.

“Ya mas memang benar Dwi Ariyanti, membayar sejumlah uang kepihak sekolah,” jelasnya.

Baca Juga :

Menurutnya, dana tersebut merupakan kebijakan dari pihak sekolah. Melihat kondisi Dwi Ariyanti lagi sakit dan sudah tidak bisa mengajar lagi. Semua itu dilakukan supaya tidak ada rasa iri hati dari guru – guru yang lain,” kata Sungkowo.

Dwi Ariyanti, setiap hari masuk ke sekolah, namun tidak mengajar karena sakit aneh dan tidak ingat apa – apa lagi. Atas kebijakan pihak sekolah Dwi Ariyanti harus membayar sejumlah uang sebagai penggati karena tidak bisa mengajar, kebijakan tersebut diterima dengan ikhlas oleh pihak keluarga hingga mereka memberikan uang tersebut.

Sungkowo, juga berucap, uang dari Dwi Ariyanti dipergunakan untuk membeli alat – alat sekolah seperti Printer. “Uangnya kita belikan 2 Printer mas,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Diketahui Dwi Ariyanti, adalah guru yang sedang sakit. Akibat sakitnya dirinya tidak bisa mengajar lagi. (red)

Laporan : Joko Prasetyo