Monday , December 16 2019
Home / Berita Baru / Forum Takmir Tolak Masjid Digunakan Tempat Kampanye Politik

Forum Takmir Tolak Masjid Digunakan Tempat Kampanye Politik

BERITA9, JAKARTAForum Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta meminta seluruh takmir masjid melakukan upaya pencegahan agar masjid tidak dijadikan alat media politik dan disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk berkampanye.

“Realita saat ini, tuduhan kafir, musyrik dan munafik terhadap paham yang berbeda mengindikasikan radikalisme agama telah berkembang di masjid-masjid tertentu, bisa menjadi pemicu perpecahan bangsa” kata Ketua FSTM DKI Jakarta Ahmad Muslim kepada media di Jakarta, Kamis (10/01/2019).

Untuk itu, kata Ahmad, pihaknya meminta takmir masjid bersama tokoh agama dan masyarakat untuk mengikis habis upaya masif sekelompok pihak mempolitisasi masjid untuk ajang politik praktis, sebelum tumbuh menjadi besar.

Menurutnya, meskipun berbeda pandangan pilihan di Pemilu 2019 tetapi marwah masjid sebagai tempat ibadah wajib harus terjaga sebagaimana mestinya yaitu tempat ibadah menebar rahmat, kebaikan dan sebagai wadah pemersatu umat, bangsa dan negara. Sehingga dakwah di masjid menjadi lebih sejuk tanpa kepentingan kampanye politik.

Baca Juga :

Dikatakan Muslim, isu politik yang diangkat ke permukaan seharusnya bagaimana cara mengurangi kemiskinan dan pengangguran bukan dengan kampanye hitam, fitnah dan berita bohong agar lebih subtantif dan menciptakan sistem demokrasi yang damai.

“Maka dari itu dalam acara Halaqoh dan silaturrahim ini kami Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) Jakarta menyatakan menolak segala bentuk politisasi masjid yang dapat memecah belah persatuan umat, dengan menjaga peran dan fungsi masjid sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT, pusat gerakan dakwah, pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan lainnya,” tegas Muslim.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung gerakan mengembalikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, serta menyerukan kepada umat Islam untuk turut serta terlibat aktif dalam menjaga dan memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah menebar kebaikan, dan tempat penyampaian ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

“Menolak paham radikalisme yang menyusup dari masjid ke masjid sebagai wujud menjaga dan merawat NKRI, dengan menjaga persatuan dan kesatuan untuk mencintai negara Indonesia guna mencapai Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafuur,” imbuhnya.

Sebelumnya beredar buletin dakwah DMI cabang Ciracas dengan tema ‘Tahun Semangat Baru Untuk Pemimpin Baru’ Jumaddil Awwal 1440 H/ Januari 2019 M. Hal itu memancing reaksi keras Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) Syafruddin menyebut buletin dakwah itu tidak mewakili visi dan misi atau pandangan PP DMI.

“Tetapi adalah pikiran dari oknum yang mencoba menunggangi Dewan Masjid Indonesia untuk kepentingan pribadi dan politik,” ucap dia.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi itu tidak akan mentolerir oknum DMI cabang Ciracas. Syafruddin bakal menindak tegas dan menegakkan disiplin organisasi DMI.

“Dan konsolidasi secara internal agar kejadian dan kecolongan serupa tidak terjadi di masa-masa mendatang,” pungkasnya (red)