Wednesday , December 11 2019
Home / Berita Baru / KNPB Layangkan Praperadilan Polri ke PN Timika
Kelompok Masyarakat Peduli NKRI berunjukrasa menolak keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas) Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di halaman Kantor Walikota Sorong, Papua Barat, Mereka meminta pemerintah segera membubarkan Ormas KNPB karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. (Foto : ANTARA)

KNPB Layangkan Praperadilan Polri ke PN Timika

BERITA9, TIMIKA – Koalisi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk Papua melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Timika. Koalisi itu bertindak atas keinginan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang tidak terima dijadikan tersangka oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mimika Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto.

Gugatan praperadilan dilayangkan terkait penangkapan, penetapan tersangka, dan penahanan tiga aktivis KNPB terkait kasus dugaan tindak pidana makar, serta penggeledahan dan penyitaan yang dianggap tidak sah di sekretariat KNPB Timika yang terjadi sejak 31 Desember 2018.

BACA JUGA : Kyai Said Aqil: Al Qur’an Sudah Peringatkan Hoax

Koalisi beranggotakan gabungan beberapa lembaga diantaranya, Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia (PAHAM) Papua, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua dan Bidang Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI).

“Siang ini kami mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Kota Timika,” kata anggota Koalisi Penegakan Hukum dan HAM untuk Papua Veronica Koman lewat keterangan tertulisnya, Kamis (17/01/2019). 

Mengutip ANTARA, Veronica menerangkan, penetapan kliennya dianggap sebagai perbuatan melanggar hukum karena tidak melewati proses hukum yang sah. 

BACA JUGA : Dr. Connie : Tragedi Nduga dan Problem Dasar Pertahanan Keamanan Indonesia

Tidak sampai disitu, Koalisi juga meminta supaya Agung membayar ganti rugi materiel sebesar Rp126,538 juta dan memerintahkan seluruh anggota Polres Mimika untuk segera mengosongkan sekretariat KNPB Timika yang telah disita secara tidak sah.

Veronica berkata, pihaknya juga mendesak Agung meminta maaf secara terbuka kepada KNPB lewat media massa di Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua selama tiga hari berturut-turut atas tindakan yang telah dilakukan.

“Tujuan gugatan ini adalah untuk memulihkan kedudukan, harkat, dan martabat KNPB yang telah dilanggar secara inkonstitusional oleh Polres Mimika dan jajarannya,” katanya.

BACA JUGA : Polda Papua Tangkap Aktor Pembakaran Kantor KPU dan Panwaslu Mamberamo Tengah

Sebelumnya, Polres Mimika menetapkan tiga pengurus dan anggota KNPB sebagai tersangka kasus makar. Kasus ketiga tersangka tersebut kini dilimpahkan ke Polda Papua untuk diproses di Ditreskrimum.

“Benar ada tiga tersangka kasus makar yang prosesnya dilimpahkan ke Polda Papua untuk ditindaklanjuti,” kata Kabid Humas Polda Papua Ahmad Kamal seperti dilaporkan Antara, Selasa (8/1).

Ia menyebutkan ketiga tersangka itu berinisial SA, MD, dan VG. Tiga anggota KNPB itu sebelum dibawa ke Polda Papua terlebih dahulu diamankan di Mapolres Mimika di Timika. (red)