Monday , December 16 2019
Home / Berita Baru / Capres – Cawapres Nyontek, KPU : Nggak Masalah
Ilustrasi debat capres-cawapres (foto google)

Capres – Cawapres Nyontek, KPU : Nggak Masalah

BERITA9, JAKARTAKomisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan memastikan bahwa pihaknya tidak akan mempersoalkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden membawa bahan contekan debat  seperti buku atau catatan-catatan kecil saat mengikuti debat Pilpres 2019 selanjutnya. KPU menegaskan tak ada peraturan yang melarang hal itu.

“Paslon dipersilakam membawa catatan, dokumen. Bayangkan kalau paslon menjelaskan data apa mungkin itu dihafal semua? Kita juga bijak lah catatan tidak selalu konotasinya negatif. Membawa buku BPS masa enggak boleh?” kata Wahyu di Gedung KPU, Senin(21/01/2019).

BACA JUGA : Tolak Revisi Visi Misi Prabowo-Sandi, KPU Minta Paslon Konsisten

Hal ini disampaikan menyikapi aksi kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang membawa catatan kecil saat debat perdana 17 Januari 2019 lalu. 

Sebelumnya dari kubu Prabowo-Sandi, menyoroti pasangan calon nomor urut 01 yang kerap melihat catatan ketika menjawab pertanyaan panelis atau menanggapi paslon nomor urut 02.

Wahyu menyatakan KPU tak mempermasalahkan paslon melihat catatan. Menurutnya, ketepatan penyampaian data dan informasi lebih penting ketimbang larangan membawa catatan kecil. 

BACA JUGA : Dewan Masjid Indonesia Tegaskan Tak Berpolitik Praktis

“Ini kan disaksikan seluruh rakyat Indonesia sehingga harapan kita data-data yang disampaikan paslon dan visi-misinya dalam debat itu ya data-data berdasar,” ucapnya. 

Tak hanya catatan, KPU juga tak mempermasalahkan ketika capres atau cawapres diam tak menjawab pertanyaan panelis atau menanggapi pasangan calon lainnya. 

BACA JUGA : Kasasi Ditolak, Kejati Sumut Siap Eksekusi Ramadhan Pohan

Hal ini disampaikan menyikapi lebih banyak diamnya calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin dan tidak saling mengapresiasinya kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden saat akhir debat perdana pekan lalu. 

“Kan tidak ada aturan melarang. Ya tidak apa-apa. Ya tidak apa-apa (diam dijadikan senjata). Terserah laga politik. Di luar kewenangan KPU,” tutur Wahyu.