oleh

PT IGG Banyuwangi Diduga Mengistimewakan Satu Peserta Lelang Gula Skrab Basah

loading...

BERITA9, BANYUWANGIPT Industri Gula Glenmore (PT IGG), Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur diduga melakukan perlakuan khusus salah satu perusahaan dalam proses lelang gula scrab basah. Pemenang lelang, CV Naga Jaya, yang berasal dari Kabupaten Malang diperbolehkan membayar dibawah aturan yang tertera dalam risalah lelang.

Seperti diketahui, PT IGG melelang gula scrab basah sekitar 500 ton atau senilai Rp 3,35 Miliar pada Agustus 2018 lalu dan tender ini dimenangkan oleh CV Naga Jaya.

Sesuai Surat Perintah Setor I (SPS I), Nomor 1.5/PM-008/SPS/IGG/VIII/2018, tertanggal 6 Agustus 2018, CV Naga Jaya wajib membayar 40 persen dari nilai lelang atau sebesar Rp 1,34 Miliar dan itu harus sudah dipenuhi paling lambat 7 hari kerja, pasca dikeluarkannya SPS I.

BACA JUGA : Bahan Baku Menumpuk, IGG Glenmore Tutup Gilingan Tebu

Namun kenyataannya, CV Naga Jaya hanya membayar Rp 750 juta saja. Dan anehnya, hal tersebut dianggap bukan sebagai pelanggaran oleh pihak PT IGG.

“Bila kejadianya seperti ini maka hanya dilayani sesuai uang yang masuk,” ucap Kepala Bidang Pengadaan dan Pemasaran PT IGG, Hery Purwanto, Rabu (22/1/2019).

Sayang, saat ditanya apakah kebijakan yang menabrak aturan justru akan memunculkan indikasi adanya perlakuan khusus terhadap CV Naga Jaya, Hery enggan menjawab. Termasuk ketika ditanya apakah perusahaan itu tidak melanggar aturan dan berapa ton jumlah yang gula scrab di lelangkan.

BACA JUGA : Ini Video Pencemaran Lingkungan yang Diduga Dilakukan PT. IGG Banyuwangi

Dikonfirmasi terpisah, Febby bos CV Naga Jaya mengakui bahwa dirinya hanya membayar Rp 750 juta pada SPS I. Dia berdalih, jumlah pembayaran tersebut dianggap tak masalah oleh PT IGG, karena dia belum melakukan pengambilan gula Scrab Basah.

Padahal dalam surat SPS I ber kop PT IGG, jelas tertulis bahwa pembayaran pertama harus 40 persen dari nilai lelang.

“Sekitar Desember kita membayar lagi Rp 450 juta, dan setelah itu kita baru mengambil gula Scrab Basah dari PT IGG,” katanya.

Febby menjelaskan, dia melakukan pembayaran Rp 750 juta pada SPS I karena jumlah gula Scrab Basah yang dilelang tidak sesuai dengan pengumuman, yakni sebanyak 500 ton. Tapi diperkirakan hanya 300 ton kurang.

BACA JUGA : Mabes Polri Rotasi Jabatan Perwira Tinggi, Kapolda Metro dan Kabareskrim Diganti

Fenomena lelang gula Scrab Basah PT IGG ini sangat disayangkan oleh Paguyuban Pengusaha Glenmore. Sikap pihak PT IGG yang membiarkan adanya pelanggaran pada SPS I dinilai kurang mendidik.

“Kalau begini caranya, CV yang gak punya uang pun bisa menang tender dong, lha pembayaran yang tidak sesuai aturan saja dianggap sah dan benar, ada apa ini?,” kata Rifky Alamudi, perwakilan Paguyuban Pengusaha Glenmore.

“Lalu kenapa juga diumumkan 500 ton, jika gula Scrab Basah yang dilelang ternyata hanya 250 ton, apa agar pengusaha lokal mundur karena merasa modal gak cukup?,” imbuhnya. (red)

Laporan : Joko Prasetyo

News Feed