Thursday , February 21 2019
Home / Banyuwangi / Terkendala Batas Wilayah Kabupaten, Warga Kampung Baru Bimorejo Banyuwangi Mengaku Dianak Tirikan
Salah satu sudut di Kampung Baru Desa Bimorejo RT04 RW 02 Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi (foto: Rofi'i/BERITA9)

Terkendala Batas Wilayah Kabupaten, Warga Kampung Baru Bimorejo Banyuwangi Mengaku Dianak Tirikan

BERITA9, BANYUWANGI – Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) di Kampung Baru Desa Bimorejo RT04 RW 02 Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi resah karena keberadaan mereka terkesan tertinggal jauh dari pembangunan seperti daerah lain.

Pasalnya, tanah yang mereka diami masih menjadi milik Pemerintah Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Pairin, salah satu warga mengatakan, dulu sungai yang jadi batas desa itu mengalir pas di belakang pondok berbentuk seperti huruf U, kemudian karena faktor alam mengalami perubahan dan patok pembatas itu ada di pojok barat rumah salah satu warga bernama Hami.

Baca Juga : Tragis, Rumah Nenek Renta di Situbondo Ambruk Dimakan Usia

“Untuk pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), KK, akte kelahiran serta adminitrasi ke Desa Bimorejo, Wongsorejo, namun untuk membayar pajak tanah kita membayar ke Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo,” ungkapnya, Senin (04/02/2019).

Sementara itu Sukir, Ketua RT 04 RW 02 mengatakan, ketika dirinya mengajukan untuk pembangunan diwilayah tersebut ditolak karena menjadi kewenangan Desa Wonorejo Kabupaten Situbondo.

“Terus terang seolah-olah kita di anak tirikan dalam program pembangunan,” katanya.

Baca Juga : Ada Program Damai & Tentram Khusus Pasien di RSUD Genteng

Sementara itu, Kepala Desa Wonorejo saat di konfirmasi menjelaskan, kalau tanah itu diserahkan ke Desa Bimorejo tidak bisa, karena ada kaitannya dengan peta wilayah.

Artinya jika tanah itu masuk Kabupaten Banyuwangi maka peta wilayah itu berubah, inilah yang jadi masalah dan harus di musyawarahkan dulu oleh pihak terkait.

Dirinya juga tidak keberatan jika memang sudah jelas, untuk pembangunan terkendala dengan batas wilayah tanah tersebut.

Dikonfirmasi terpisah Maksum, Kades Bimorejo saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa masalah tanah warga Kampung Baru Madih dalam tahap proses, “Kita masih akan bertemu dengan pihak dinas terkait,” ujarnya kepada media Senin (04/02/2019)

Baca Juga : Agro Wisata Doesoen Kakao Sajikan Sensasi Makanan & Minuman dari Cokelat Terbaik se Dunia

Secara geografis, lanjut Kades Maksum, pembangunan memang belum bisa disalurkan karena peta wilayah tanahnya berada di desa yang berada di wilayah Kabupaten Situbondo.

“Namun untuk pelayanan adminitrasi pelayanan tetap kita layani termasuk bantuan dari Pemerintah, seperti rastra dan lainya,” imbuhnya.

Kades Maksum, juga menambahkan, untuk saat ini pemerintah sedang menyelesaikan persoalan tanah tersebut,” pungkasnya. (red)

Laporan Biro Banyuwangi : Rofi’i

Kaper Karesidenan Besuki : Joko Prasetyo.