Friday , April 26 2019
Home / Banyuwangi / Kades Tupon: SP Bukan Surat Pemecatan, Namun Sebagai Pendewasaan Bagi Perangkatnya
Tupon, Kades Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi (foto: Joko/BERITA9)

Kades Tupon: SP Bukan Surat Pemecatan, Namun Sebagai Pendewasaan Bagi Perangkatnya

BERITA9, BANYUWANGI – Kepala Desa (Kades) Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Tupon, akhirnya angkat bicara terkait kabar konflik dirinya dengan Ahmad Jaelani dan Sutarji Kepala Dusun (Kadus) Sugihwaras dan Wonoasih.

Informasi yang berkembang, Tupon telah memecat keduanya. Serta menyebut Kadus Ahmad Jaelani dan Sutarji hanya berijazah SD. Tidak disiplin waktu serta kurang bisa bekerjasama dengan Kades, sehingga berimbas terhambatnya program pembangunan.

“Itu tidak benar, sampai detik ini Jaelani dan Sutarji masih Kadus saya,” kata Tupon, saat dikonfirmasi dikediamanya, Ahad (10/2/2019).

Tentang ijazah SD, lanjutnya, dia mengaku memang pernah menyebut, namun bukan sebagai ijazah milik Kadus Jaelani dan Sutarji, tapi ijazah milik mantan Kadus Sugihwaras, Jaenuri.

Tupon menceritakan, ungkapan terkait ijazah SD terlontar saat dia bercerita tentang kinerjanya yang selalu mengedepankan aturan. Yakni ketika dia bercerita tentang pilihan sulit waktu harus memberhentikan Jaenuri dari jabatan Kadus.

Baca Juga : Surat Peringatan Kades Bumiharjo ke 2 Kadus di Banyuwangi, Dinilai Tak Wajar

“Yang benar, ijazah SD itu milik Jaenuri, dia terpaksa harus mundur dari Kadus karena hanya memiliki ijazah SD,” terang Tupon.

Mengenai konflik, Kades Bumiharjo dua periode ini mengakui bahwa dirinya telah menjatuhkan Surat Peringatan (SP) kepada Kadus Jaelani dan Sutarji. Termasuk keduanya juga diminta membuat fakta integritas. Dimana salah satu poin berbunyi kesanggupan untuk mundur ketika tidak bisa menjalankan tugas sebagai Kadus dengan baik.

Akibatnya, Kades Tupon dengan Kadus Jaelani dan Sutarji juga pernah dipanggil Camat Glenmore. Ketiganya sudah dipanggil untuk klarifikasi.

“Saat ini sudah SP ke-3, niatan saya agar sanksi tersebut ditanggapi secara dewasa dan saling introspeksi,” ujarnya.

Baca Juga : Karyawan Tambak ini Ternyata Tim Rescue Group Selam Profesional

Terkait alasan terbitnya SP, kata Tupon, semua jelas tertera didalam surat. Menurutnya, jika poin-poin yang tertulis dipelajari, tidak akan ada kesalah pahaman atau konflik selama ini.

“Intinya, kami hanya memberi sanksi SP 3 dan kami belum dan tidak ada niatan memecat Kadus Jaelani dan Sutarji,” jelas Tupon.

Dikonfirmasi terpisah, Kadus Sutarji, mengaku tidak pernah merasa berkonflik dengan Kades Tupon. Karena ia adalah sosok bapak sekaligus pengayom.

“Yang menjadikan, yang mengangkat saya menjadi Kadus itu pak Tupon, mana mungkin saya memusuhi,” ucapnya.

Baca Juga : Ciptakan Pemilu 2019 Damai & Aman, Kapolres Situbondo Silaturahmi Dengan Ulama

Terkait kabar dirinya akan menempuh jalur hukum atas ungkapan Tupon, Sutarji membantah. Namun dia berharap agar Kades memanggil dan mengajak duduk bersama dirinya beserta Kadus Jaelani.

“Kami yakin pak Tupon adalah orang yang bijaksana, dan selalu mengedepankan kebersamaan,” pungkasnya. (red)

Laporan : Joko Prasetyo