Tuesday , October 15 2019
Home / Berita Baru / Dua Warga Arjasa Situbondo Meradang Lantaran Sertifikatnya Tak Kunjung Selesai
Anggota LSM Perjuangan Rakyat saat menunjukan bukti kepengurusan sertifikat (foto: Sutikno/BERITA9)

Dua Warga Arjasa Situbondo Meradang Lantaran Sertifikatnya Tak Kunjung Selesai

BERITA9, SITUBONDO – Dua warga asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo meradang, karena merasa di bohongi oleh Andri salah seorang yang mengaku juru ukur dari kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Situbondo.

Kekesalan dua warga tersebut lantaran sudah membayar jutaan rupiah untuk mengurus sertifikat namun sudah 5 tahun lamanya tidak kunjung selesai.

Dua warga asal Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, mereka mengancam akan melaporkan Andri salah seorang yang diduga juru ukur BPN Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Kepada awak media H. Ihsan mengatakan, semua pembayaran ada kwitansinya mas. 7 juta rupiah katanya untuk pembelian blangko dan lain – lain hingga sampai proses sertifikat selesai. “Ini terlalu lama mas, saya berencana minta uang berikut berkasnya agar dikembalikan,” katanya, Selasa (5/3/2019).

Selain uang 7 juta milik H. Eksan, P. Rudi dan Istrinya juga mempercayakan mengurus sertifikat tanahnya kepada Andri, dengan uang adminitrasi senilai Rp. 6, 8 juta rupiah. Bukan hanya saya saja mas, Pak Rudi dan Nila istrinya mengalami nasib yang sama seperti kita. Sedangkan kita berdua sudah berusaha menghubungi melalui telfonya tidak pernah di angkat,” imbuhnya.

Didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perjuangan Rakyat, kedua orang tersebut bermaksud untuk mengurus persoalan tersebut, dengan meminta uang dan berkasnya agar dikembalikan.

Sementara Abdul Latif, salah seorang anggota LSM Perjuangan Rakyat Kabupaten Situbondo saat di konfirmasi mengatakan, dirinya membenarkan jika H. Ihsan dan PaK rudi telah memberikan kuasa kepada dirinya agar mengurus persoalan tersebut. “Kami sudah datang kerumah yang bersangkutan untuk berkomunikasi namun belum ada tanggapan dari yang bersangkutan.

Abdul Latif, juga berucap apabila tidak ada itikat baik dari yang bersangkutan, maka kami akan menempuh jalur hukum dengan cara melaporkannya kepihak berwajib (Polisi),” tegasnya.

Namun sayangnya hingga berita ini ditulis Andri juru ukur BPN Kabupaten Situbondo tersebut belum bisa dikonfirmasi. (red)

Laporan Biro Situbondo : Sutikno

Kaper Karesidenan Besuki : Joko Prasetyo