Saturday , December 7 2019
Home / Berita Baru / Ada Dugaan Jual Beli Matreal Diprogram Normalisasi Sungai Desa Sumberagung
Demo anti korupsi (foto dok)

Ada Dugaan Jual Beli Matreal Diprogram Normalisasi Sungai Desa Sumberagung

BERITA9, BANYUWANGI – Kabar miring menimpa program normalisasi sungai di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Material hasil pengerukan sungai yang masuk wilayah PTPN Sungai Lembu, tersebut diduga sebagian dijual belikan.

Padahal, sesuai persetujuan, material hasil pengerukan, berupa pasir dan tanah urug, harusnya keseluruhan dipergunakan untuk pengurukan sepadan jalan.

Informasi masyarakat, dalam menjalankan normalisasi sungai, penanggung jawab program, Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Vivin Agustin, mengoperasikan satu alat berat excavator. Serta 3 unit dumptruk sebagai alat angkut dari tempat normalisasi menuju titik sepadan jalan yang hendak diurug.

Diketahui warga, beberapa waktu berlalu, jumlah dumptruk pengangkut bertambah 4 unit. Pola kerja dumptruk tambahan tersebut juga berbeda dengan 3 dumptruk lainnya. Material hasil normalisasi sungai, bukan hanya diangkut ke titik pengurukan. Namun sebagian dikabarkan ada yang dikirim kepada oknum masyarakat. Dan diduga, material tersebut dijual belikan.

“4 dumptruk itu ambil materialnya dari situ, tapi sebagian ada yang masuk ke warga,” kata ER, warga Desa Sumberagung, Kamis (28/3/2019).

Masyarakat mengaku sempat mempertanyakan keberadaan 4 dumptruk tambahan tersebut kepada Kades Vivin, selaku pengawas dan penanggung jawab program normalisasi sungai.

“Ada yang pernah tanya, tapi Kades bilang gak tahu, nah ini yang kini terus ditelusuri oleh masyarakat,” imbuh ER.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Sumberagung, Vivin Agustin, mengaku tidak pernah melakukan praktik jual beli material hasil normalisasi sungai. Meskipun sejumlah warga mengaku tahu bahwa sebagian material hasil normalisasi sungai disalurkan ke oknum masyarakat.

“Pasirnya itu kita gunakan untuk mengurug jalan desa dan jalur pertanian,” katanya.

Selain dugaan adanya praktik jual beli material, program normalisasi sungai di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, ini juga menimbulkan kontroversi di masyarakat. Karena pengurukan hanya dilakukan di Desa Sumberagung, wilayah utara saja. Serta tidak diawali dengan musyawarah guna menentukan titik atau lokasi mana saja yang perlu dilakukan pengurukan. (red)

Laporan : Joko Prasetyo