Tuesday , November 19 2019
Home / Banyuwangi / Wali Murid SMP Negeri 1 Bangorejo Banyuwangi, Mengeluh Pungutan Dana PSM

Wali Murid SMP Negeri 1 Bangorejo Banyuwangi, Mengeluh Pungutan Dana PSM

BERITA9, BANYUWANGI – Penarikan sejumlah uang diluar ketentuan sekolah yang diduga di lakukan oleh pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dikeluhkan oleh beberapa wali murid.

Informasi dilapangan berkembang, bahwa pihak SMP Negeri 1 Bangorejo telah melakukan penarikan kepada siswanya pada tahun 2018 dengan dalih iuran Dana Peran Serta Masyarakat (PSM).

Seperti yang disampaikan oleh MS dan JK, keduanya adalah walimurid SMP Negeri 1 Bangorejo, Banyuwangi, dirinya mengaku keberatan dengan adanya penarikan dana PSM di Sekolahan tersebut.

“Kami sebenarnya keberatan dengan adanya PSM mas, namun gimana lagi walimurid yang lain sudah setuju semua, ya terpaksa kita membayarnya,”Kata MS kepada awak media, Senin (1/4/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh JK, dirinya menyebut, kita sangat tertekan dengan keputusan sekolah pada saat itu, namun walaupun demikian kita tidak bisa berbuat apa – apa.

JK, juga berkata, sebenarnya bukan kita berdua saja yang merasa keberatan namun walimurid yang lain juga merasa keberatan tapi kita tidak bisa berbuat apa – apa,”ungkapnya.

Keduanya juga mengaku disekolah tersebut di semester pertama tahun 2018 juga membebani murid dengan biaya Lembar Kerja Siswa (LKS).

Sementara itu Siti Munawaroh, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Bangorejo saat dikonfirmasi melalui sambungan Whatsaapnya, dirinya menyebut, Sumbangan PSM berdasarkan kesepakatan antara orang tua dengan komite dan dilaksanakan oleh komite sekolah.

Munawaroh juga berkata, pihak sekolah melaksanakan program yang di bahas dan disepakati bersama komite,”tulisnya, Selasa, (2/4/2019).

Terkait program LKS, Kepsek perempuan tersebut dengan singkat menjawab, jika itu tidak benar, ” jawabnya.

Sayangnya komite sekolah SMPN 1 Bangorejo dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi hingga berita ini ditulis belum bisa dikonfirmasi.(red)

Laporan: Joko Prasetyo