Saturday , July 20 2019
Home / Banyuwangi / Gadis Belia di Banyuwangi Mencari Keadilan Gegara Diperkosa Kawan Ayahnya

Gadis Belia di Banyuwangi Mencari Keadilan Gegara Diperkosa Kawan Ayahnya

BERITA9, BANYUWANGI – Miris nasib LF (20), warga Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Gadis pegawai salah satu sekolah ini ‘merindukan’ keadilan atas takdir yang dialaminya.

Dia menjadi korban kasus dugaan pemerkosaan hingga hamil 8 bulan. Dan pelaku, Agus Salim, tidak lain adalah sahabat bapak kandungnya sendiri.

Kisah pilu LF berawal pada bulan Juli 2018 lalu. Tepatnya pada jam pulang pengabdianya disalah satu sekolah di Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat.

Saat itu, pelaku menelepon, meminta korban mengambil motor miliknya. Sejak pagi, motor milik LF memang dipinjam pelaku. Dan rumah pelaku berada tak jauh dari sekolahan tempat korban mengabdi.

“Ketika masuk rumah, sama pak Agus pintu langsung dikunci, dan saya didekap erat, saya coba meronta tapi gak kuat, mulut juga dibungkam,” ucap LF pada wartawan, Rabu (10/4/2019).

Untuk teriak pun, korban juga tak kuasa. Maklum, bibir LF terdapat bekas sumbing yang membuat tidak bisa teriak keras.

Merasa perbuatanya berlangsung mulus, Agus mengulangi perbuatanya hingga 3 kali sepanjang bulan Juli-Agustus 2018. Modusnya pun sama, dengan meminjam motor milik korban.

Korban pun hanya bisa pasrah, karena tak ingin malu, kejadian tersebut diketahui orang dan keluarga. Hingga akhirnya, hubungan layaknya suami istri dibawah paksaan tersebut berbuah janin.

“Saya bilang ke pak Agus kalau saya hamil, saya diancam, saya tidak boleh omong kepada bapak saya,” ungkap LF.

Tapi apa mau dikata. Serapi rapinya bangkai ditutupi, akhirnya bau tercium juga. Diusia kandungan 8 bulan, perut korban makin membesar. Akhirnya dengan perasaan hancur, dia memberanikan diri mengadu pada Hasbullah (45), sang bapak.

“Begitu tahu, pada 22 Maret 2019, lalu saya langsung lapor ke Polsek Kabat,” kata Hasbullah, si ayah korban.

Disebutkan, diawal pelaporan, si pelaku disinyalir sempat kabur. Namun Agus kembali muncul setelah Joko, adiknya yang berdomisili di Irian Jaya, datang.

“Saat itu anak saya dan pelaku diperiksa di Polsek, tapi gak ada kejelasan. Padahal Agus sudah mengaku pernah menggauli anak saya,” ucapnya.

Tiga minggu pasca laporan, karena merasa buah hatinya tak mendapat keadilan, Hasbullah nekad datang ke Mapolres Banyuwangi. Tapi sayang, ada oknum petugas yang menolak niatan laporan darinya. Dengan dalih kasus dugaan pemerkosaan ini sudah dilaporkan ke Polsek Kabat.

“Syarat untuk laporan juga dibilang tidak lengkap,” katanya.

Kepada wartawan, Kapolsek Kabat, AKP Supriyadi, membenarkan adanya kasus dugaan pemerkosaan atas pegawai sekolah diwilayahnya. Menurutnya, kasus tersebut masih dalam proses lidik.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan, sekarang kita juga menunggu hasil pemeriksaan dokter,” ucapnya.

Dalam perjuangan menempuh keadilan ini, LF juga didampingi Bengkel Sakinah, Desa Tambong. Sebuah lembaga penyuluhan, pengaduan dan pendampingan masyarakat.

“Beberapa waktu lalu, dalam proses visum, korban kita dampingi bersama pihak Kepolisian,” kata Ketua Bengkel Sakinah Desa Tambong, Nur Kamilah.

Wanita yang juga Kaur Kesra Desa Tambong ini juga menyampaikan bahwa terdapat sedikit kendala dalam pembuktian visum. Karena visum baru dilakukan setelah kehamilan 8 bulan. Atau terpaut waktu yang lama dari kejadian dugaan pemerkosaan.

“Tapi kemarin telah dilakukan sampel sperma,” jelasnya.

Dalam kejadian ini, korban beserta keluarga berharap adanya keadilan, sehingga pelaku bisa mendapat hukuman sesuai aturan yang berlaku. (red)

Laporan: Joko Prasetyo