Saturday , July 20 2019
Home / Banyuwangi / Baru Dilantik Aspamin Banyuwangi Launcing Tiga Gebrakan Program Kerja
Pelantikan pengurus Asosiasi Pengusaha Mineral (Aspamin) Kabupaten Banyuwangi masa bhakti 2019-2024. (Foto: Joko/BERITA9)

Baru Dilantik Aspamin Banyuwangi Launcing Tiga Gebrakan Program Kerja

BERITA9, BANYUWANGI – Resmi dilantik, pengurus Asosiasi Pengusaha Mineral (Aspamin) masa bhakti 2019-2024, langsung melaunching tiga ‘gebrakan’ program kerja. Tiga program tersebut tercetus dari hasil Rapat Kerja (Raker) seluruh pengurus.

“Yang pertama, kita akan segera berkoordinasi dengan Kades (Kepala Desa) dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang wilayahnya terdapat galian C,” ucap Ketua Aspamin, H Abdillah Rafsanjani, usai acara pelantikan di rumah makan Pondok Apung, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (11/4/2019).

Selanjutnya, masih Abdillah, pengurus akan silaturahmi kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Tujuanya untuk membahas terkait polemik perizinan tambang galian C, serta pajak material.

Karena pengusaha galian C, khususnya di Banyuwangi, yang belum memiliki izin harus berurusan dengan aparat. Sedang yang mengantongi izin, bisa melenggang walau disinyalir tidak pernah membayar pajak material.

“Apalagi di Jawa Timur kan belum ada Perda (Peraturan Daerah) Pertambangan, yang ada hanya Pergub (Peraturan Gubernur), dan landasan mengeluarkan izin kan Perda,” katanya.

Sementara itu, lanjut Abdillah, pengusaha tambang galian C yang mengantongi izin, diduga tidak membayar pajak material. Dan jika itu benar, artinya negara dirugikan.

“Yang ketiga, Aspamin akan berkoordinasi dengan Pertamina, untuk menanyakan terkait BBM, galian C itu termasuk industri atau bukan,” ungkap senior GP Ansor Banyuwangi ini.

Terkait BBM, Dewan Penasehat Aspamin, Rudi Jose menambahkan, menurutnya selama ini pengusaha tambang galian C cukup terbebani. Karena diharuskan menggunakan solar dex untuk operasional excavator dan mesin.

“Harga solar biasa Rp 5.750, sedang solar dex Rp 10 ribu lebih, kalau pengusaha tambang galian C bisa menggunakan solar biasa, kan bisa menekan biaya operasional,” katanya. (red)

Laporan: Joko Prasetyo