Monday , September 23 2019
Home / Berita Baru / Kampanye Demokrasi : Kemenangan Rakyat dan Makna Kepemimpinan Lanjutan Jokowi-Amin

Kampanye Demokrasi : Kemenangan Rakyat dan Makna Kepemimpinan Lanjutan Jokowi-Amin

BERITA9, JAKARTA – Rapat Umum Terbuka alias ampanye pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres & Cawapres) Joko Widodo (Jokowi) dan KH. Ma’ruf Amien berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu, (13/4/2019) dibanjiri ratusan ribu rakyat di dalam dan di luar kawasan GBK.

Ratusan ribu lagi massa rakyat datang menghadiri juga yang berada dan bertahan mengikuti kampanye di luar kawasan sembari mengikuti rangkaian acara secara penuh dan total dengan radius 1 km lebih di sekitar atau di luar kawasan Senayan.

Ratusan ribu lagi rakyat – dengan gembira dan bahagia mau dan mampu berjalan dan berdiri lama membentuk lautan massa di seputar dan sepanjang kawasan jalan Sudirman, jalan Gatot Subroto, kawasan Palmerah, Slipi, Kebayoran Baru. Hampir 1 juta rakyat bersemangat tinggi dan bergembira bahagia menghadiri dan mengikuti seksama dan antusias Kampanye.

Capres Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo menghadiri kampanye dan mendekati ratusan ribu secara langsung dan dengan hangat sembari menyapa rakyat – baik yang berada di dalam maupun di luar GBK. Capres Jokowi juga menyampaikan pidato kampanye yang konstruksinya dan isinya berintikan pada keberhasilan dan keberlanjutan Pemerintahan Jokowi dan kepemimpinan nasional Jokowi bersama rakyat Indonesia dari periode 1 sekarang ini menjadi 1 periode lagi.

Perihal ini semakin berhasil dan bermakna ketika rakyat pemilih menggunakan kedaulatan politik dan hak konstitusional untuk memilih dan memenangkan Jokowi-Amin (01) secara berarti dan signifikan. Kemudian Cawapres K.H. Ma’ruf Amin yang hadir bersama Ibu – menyampaikan Pidato Kampanye dan juga doa.

Hadir sejumlah tamu penting dan undangan khusus serta Tim Inti Pemenangan yang berada di Tribune VVIP. Ada Wakil Presiden (Wapres) RI H.M. Jusuf Kalla (JK), Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri, para Ketua Umum Parpol Koalisi Pendukung Jokowi-Amin, diantaranya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Suharso Monoarfa, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketum PKPI Diaz Hendropriyono, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketum PSI Grace Natalie, Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra.

Hadir sejumlah tokoh dan pemimpin agama-agama dan kepercayaan. Ada beberapa tokoh dari kalangan agama Islam, yaitu : Ulama, Ustad, Habib karismatik dan berpengaruh, antara lain : K.H. Maimun Zubair, K.H. Nur Iskandar, K.H. Tuan Guru Bajang, Ustad Yusuf Mansyur, dan lain-lain. Hadir juga tokoh 5 agama yang ada di Indonesia.

Hadir juga di Tribune VVIP, antara lain Kepala Staf Presiden dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI Purn. Moeldoko yang duduk berdampingan dengan Firman Jaya Daeli (mantan Ketua DPP PDI Perjuangan dan Anggota DPR-RI), Yuli Indriasari (Bendum DPP SUN dan alumni UGM), mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat dan Ibu, Muhammad Lutfi (mantan Menteri Perdagangan RI dan Kepala BKPM RI), Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ibu. Kemudian hadir sejumlah Pejabat Tinggi Negara, antara lain Ketua DPR-RI, Ketua DPD-RI, Menko Polhukam RI, Menko PMK RI, Menko Kemaritiman RI, Seskab RI, Mendagri RI, Kepala BIN RI, Sidarto Danusubroto (mantan Ketua MPR-RI), Jenderal TNI Purn. Agum Gumelar (mantan Menko Polhukam RI dan Menhub RI), Alwi Shihab (mantan Menlu RI), dan lain-lain. Bendum DPP SUN datang menghadiri bersama Ketum DPP SUN Nur Pandysyah, Sekjen DPP SUN Anton Weka, dan rombongan.

Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat, pimpinan Ormas dan NGO/LSM, tokoh dan pimpinan media massa, kalangan aktifis, jurnalis, profesional, ekonomi kreatif, para akademisi/ilmuwan/intelektual/cendekiawan, seniman dan budayawan (antara lain : Goenawan Mohamad, Slamet Rahardjo, dan lain-lain), para politisi senior, pengusaha nasional, dan lain-lain. Tampak sejumlah foto ketika di Tribune VVIP mengikuti rangkaian acara Kampanye, antara lain : tampak dalam foto Kepala Staf Presiden dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI Purn. Moeldoko saat bersama dengan Firman Jaya Daeli (mantan Ketua DPP PDI Perjuangan dan Anggota DPR-RI). Ada foto Firman Jaya Daeli saat bersama mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat dan Ibu, Muhammad Lutfi (mantan Menteri Perdagangan RI dan Kepala BKPM RI), Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ibu, dan Bendum DPP SUN. Ada foto saat Ketua DPR-RI Bambang Susatyo bersama Firman Jaya Daeli, Dr. Yunarto Wijaya (Pengamat Politik dan Peneliti), dan Bendum DPP SUN. Ada juga foto Mendagri RI Tjahjo Kumolo bersama Firman Jaya Daeli dan Pengusaha Nasional Sofyan Wanandi.

Rapat Umum Terbuka ini meski merupakan Kampanye Politik namun acaranya dipersiapkan dan diselenggarakan dengan berbagai rangkaian, bentuk, dan jenis kegiatan kreatif dan positif. Sungguh sangat bernuansa kerakyatan dan kebangsaan dengan semangat milenial dalam Payung Dan Terang Indonesia Maju.

Kampanye sungguh-sungguh bersifat nusantara (kerakyatan, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam etos semangat Bhinneka Tunggal Ika). Kampanye disemarakkan dengan nuansa keadaban dan kebudayaan melalui atraksi seni dan budaya yang ditampilkan ratusan artis seniman kenamaan dengan warna musik, seni, dan budaya yang aneka ragam.

Rangkaian acara selama Rapat Umum Terbuka (Kampanye) semakin semarak dan dinamis dengan penampilan Grup Slank serta ratusan artis terkenal dan ternama. Hampir 1 juta rakyat yang datang menghadiri Kampanye – dengan bersikap 1 dan berpendirian 1 untuk bertekad 1 dan bertujuan 1 yaitu Memenangkan Jokowi-Amin melanjutkan dan menuntaskan 1 periode lagi dengan 1 maksud dan 1 tujuan yaitu menyelenggarakan, memperjuangkan, menjalankan, dan membumikan Suara Untuk Negeri agar semakin bersatu, berdaulat, kuat, demokratis, adil, damai, sejahtera, dan makmur dalam 1 Payung Besar Dan 1 Pancaran Terang Tema “Indonesia Maju” yang berideologi dan berfalsafah Pancasila dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semangat dan etos Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan konstitusi UUD 1945. (*)