Thursday , August 22 2019
Home / ASWAJA / Ketua DPC Demokrat Banyuwangi Jual Rumah Warisan Demi Pesantren

Ketua DPC Demokrat Banyuwangi Jual Rumah Warisan Demi Pesantren

BERITA9, BANYUWANGI – Warga masyarakat Kabupaten Banyuwangi, siapa tak kenal dengan Michael Edy Hariyanto. Pengusaha kelas kakab yang sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi ini dikenal peduli dan dekat dengan Pesantren.

Diketahui, Michael lahir di daerah pingggiran pada tahun 1970 silam di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur.

Bukti cinta Michael terhadap Pesantren terlihat dengan warisan berupa aset bangunan rumah yang diberi oleh kedua orang tuanya di Desa Badean dijual murah oleh Michael.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Abdul Hadi mengatakan, pada saat akan membangun pondok pesantren, sebenarnya pihak pesantren sudah membicarakannya dengan pewaris yaitu Pak Michael yang rencana awal akan dibangun sebuah pesantren dan tempat mengaji.

Menurutnya, aset bangunan milik Michael tersebut sangat cocok untuk dijadikan tempat belajar agama islam di Desa Badean.

“Sekira tahun 2000’an itu, kami membelinya dengan harga yang sangat murah. Hanya Rp. 25 juta saja,” kata Abdul Hadi, pada Sabtu (6/7/2019).

Padahal, lanjut Abdul Hadi, harga aset bangunan tersebut jika disamakan dengan daerah lain sudah melebihi rata rata, bahkan sudah tidak ada ukuran lagi.

“Sebenarnya harga normalnya ya jauh apa yang diberikan pada kami,” ucapnya.

Dilihat dari segi ekonomi, tidak mungkin sebagai seorang pengusaha serta merta menjual asetnya. Apalagi aset tersebut sebuah tempat kelahiran, bahkan tempat tinggalnya sejak kecil bersama kedua orang tuanya.

“Meski banyak kenangan disitu, demi perkembangan pesantren, saya ikhlas melepas kepemilikan rumah warisan itu,” tegas Michael.

Michael menjelaskan, mengapa harus peduli kepada pesantren ?. Karena sejak kecil dirinya sudah berada di lingkungan para kiai dan ulama di Desa setempat.

“Sampai sekarang saya masih ingat nasehat-nasehat para kiai disana, bahkan masyarakat Badean juga sangat baik dan peduli pada diri saya dan kedua orang tua saya,” ujar Michael.

Meskipun Michael di Desa Badean adalah seorang non muslim, sejak kecil ia tidak pernah diperlakukan berbeda dengan teman bermainnya.

“Orang luar mungkin bisa menyebut saya cina, tapi disana (Badean) tidak ada yang bilang saya itu cina,” tutur Michael

“Semua sama, sejak kecil bermain saya bersama sama hingga mencari belut disawah,” imbuhnya.

Dari situ, bentuk kecintaan dan kepeduliam Michael terhadap Pesantren terus bersemangat. Dia kedepan menginginkan akan merubah dan membangun Pesantren Al-Hidayah, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari.

“Melalui Partai Demoktrat, saya berjanji kedepan akan membangun pesantren Al Hidayah, dengan konsep pengembangan pesantren yang mandiri,” pungkasnya. (red)

Laporan: Joko Prasetyo