Thursday , August 22 2019
Home / Uncategorized / Para Istri Ahliwaris Tanah Pakel, Layangkan Surat Pemberitahuan Demo Klarifikasi Ke Polres Banyuwangi

Para Istri Ahliwaris Tanah Pakel, Layangkan Surat Pemberitahuan Demo Klarifikasi Ke Polres Banyuwangi

Foto: Dokumentasi

BERITA9, BANYUWANGI – Nayla, istri Musanif, si ahli waris tanah Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, layangkan surat pemberitahuan demo klarifikasi ke Mapolres Banyuwangi. Aksi ini merupakan reaksi atas keputusan Satreskrim yang menerapkan Pasal 170 KUHP, terhadap kasus adu jotos antara Musanif dengan tiga orang security perusahaan perkebunan PT Bumi Sari.

Ikut dalam untuk rasa, Hainani dan Samiyati. Keduanya adalah istri dari Masyanto dan Rohimin, yang menurut saksi mata hanya ikut melerai duel, pada Selasa 30 Juli 2019 tersebut. Tapi Masyanto dan Rohimin, harus menyusul Musanif ke hotel prodeo Polres Banyuwangi, lantaran Satreskrim menjerat mereka dengan dugaan pengeroyokan atau Pasal 170 KUHP.

Rencananya, unjuk rasa damai tersebut akan didampingi Forum Pemuda Peduli Tanah Kelahiran Desa Pakel, sejumlah tokoh serta pendampingan Lawyer Tim 9.

“Rencananya, hari Kamis (15/8/2019), kami akan menggelar demo klarifikasi di Polres Banyuwangi,” ucap Saiful, perwakilan Forum Pemuda Peduli Tanah Kelahiran Desa Pakel, Senin malam (12/8/2019).

Disini, mereka mengaku memiliki dasar kuat untuk melakukan klarifikasi terbuka. Diantaranya, prosedur penangkapan hingga penahanan serta terkait penerapan Pasal 170 KUHP. Termasuk indikasi adanya aktivitas penggeledahan yang dibarengi tindakan menjurus pada kekerasan dan intimidasi yang terjadi di Desa Pakel.

“Pasal 170, 351 KUHP junto 55 KUHP, tidak memenuhi unsur semua,” kata Koordinator Lawyer Tim 9, Moh Zaeni SH.

Keterangan saksi dari masyarakat, adu jotos di terminal Pakel, bermula dari kemunculan tiga orang security perusahaan perkebunan PT Bumi Sari, Budi, Misrono dan Mat Robi. Tanpa permisi mereka mengambil foto dan video kegiatan yang dilakukan Musanif cs.

Sedang yang menjadi pegangan Musanif selaku ahli waris adalah surat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, Nomor 280/600.1.35.10/II/2018, tertanggal 14 Februari 2018, yang menjelaskan bahwa HGU PT Bumi Sari terpecah dalam 2 sertifkat. Yakni Sertifikat HGU Nomor 1 Desa Kluncing, Kecamatan Licin, seluas 1.902.600 meter persegi, dan Sertifikat HGU No 8 Desa Bayu, Kecamatan Songgon, seluas 11.898.100 meter persegi.

Surat BPN Banyuwangi, juga menegaskan bahwa tanah Desa Pakel tidak disewakan atau tidak masuk dalam Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Sari.

Melihat gerak-gerik ketiga satpam PT Bumi Sari, lanjut Zaeni, Musanif menghampiri dan menanyakan apa keperluannya. Dari situ, pecahlah aksi perkelahian, dimulai dengan Satpam Budi yang mencekik leher Musanif. Merasa keselamatan jiwa terancam, pembelaan diri pun dilakukan Musanif.

Bahkan, saksi mata juga melihat satpam Mat Robi juga membawa Golok, serta sempat melakukan tindakan kekerasan pada salah satu warga.

“Jadi yang tepat untuk kasus Musanif melawan tiga security PT Bumi Sari ini adalah pasal 182 dan 184 KUHP, dan masih ada sisi lain yang menjurus pada dugaan penyelundupan prosedur, pasal atau kasus,” imbuh Zaeni.

Sebelumnya, terkait insiden adu jotos, Budi, Security PT Bumi Sari, membantah telah mencekik leher Musanif. Menurutnya, justru Musanif yang menyerang terlebih dahulu, bahkan menggunakan senjata tajam.

“Musanif itu mengejar Mat Robi sambil membawa senjata tajam, spontan saya rekam video, saya tidak pernah menyerang,” katanya.

Sedang terkait penerapan Pasal 170 KUHP terhadap Musanif, Masyanto dan Rohimin, menurut Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratistha SH SIK, akan ditinjau ulang oleh pihak Kejaksaan.

“Memenuhi unsur atau tidak nanti berdasarkan penelitian dari Kejaksaan,” cetusnya.

Selain aksi demo klarifikasi, keputusan Satreskrim Polres Banyuwangi, dalam menerapkan Pasal 170 KUHP terhadap tiga warga Desa Pakel, Musanif, Masyanto dan Rohimin, ini juga telah diadukan ke Kabid Propam dan Kapolda Jawa Timur. Termasuk ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dengan harapan, kasus perseteruan ahli waris tanah Desa Pakel melawan perusahaan perkebunan PT Bumi Sari ini bisa berjalan sesuai dengan prosedur dan Undang-Undang yang berlaku. (red)

Laporan: Joko Prasetyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *