Monday , December 9 2019
Home / Uncategorized / Ini Kata Kadispendik Banyuwangi Tentang Buku Yang Beredar Luas Menggunakan Nama KKG PAI.

Ini Kata Kadispendik Banyuwangi Tentang Buku Yang Beredar Luas Menggunakan Nama KKG PAI.

Sulihtiyono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi (Foto Dokumentasi)

BERITA9, BANYUWANGI – Beredarnya buku pendamping yang burjudul “Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti” diwilayah Sekolah Dasar (SD) dan sederajat, membuat beberapa pihak angkat bicara.

Diketahui buku pendamping berjudul “Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti” tersebut beredar dan mengatasnamakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabuputen Banyuwangi, Jawa Timur.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Banyuwangi, saat dikonfirmasi melalaui sambungan Watshapnya mengenai hal tersebut mengatakan, sedang kita kaji karena tanpa ijin Dinas,” tulisnya. Selasa (13/8/2019).

Diberitakan sebelumnya pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG – PAI) Kabupaten Banyuwangi, segera gelar rapat guna bahas pelaporan Distributor buku pendamping berjudul ” Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti.

Hal tersebut disampaikan oleh Mukidin, Ketua KKG – PAI Kabupaten Banyuwangi, kepada awak media saat dikonfirmasi dikediamanya. Senin (12/8/2019).

Seperti yang diketahui, beredar luas buku pendamping berjudul” Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti” diwilayah Sekolah Dasar (SD) dan sederajat di beberapa Kecamatan Di Kabupaten Banyuwangi.

Diduga buku tersebut mencatut dan membawa nama KKG – PAI Banyuwangi, padahal seperti yang ramai diberitakan bahwa KKG -PAI tidak pernah merasa merekom kepada penerbit buku tersebut.

“Besok kita berencana akan adakan rapat pengurus KKG -PAI kemudian kita buat drap laporanya. Distributor buku tersebut pasti kita laporkan mas,” kata Mukidin.

Mukidin juga berucap, ini sudah membawa nama instansi, lebih – lebih nama pendidikan Banyuwangi, jadi tidak boleh didiamkan. ” Tunggu aja mas KKG PAI Kabupaten Banyuwangi pasti akan laporkan kepada pihak berwajib,” tutupnya. (red)

Laporan: Joko Praseryo