Saturday , December 7 2019
Home / Banyuwangi / Ini Tanggapan Kasek SMPN 1 Songgon Terkait Kasus Bullying di Sekolahnya
Samsudin Ali, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Songgon, Bayuwuwangi, (Foto: Joko/BERITA9)

Ini Tanggapan Kasek SMPN 1 Songgon Terkait Kasus Bullying di Sekolahnya

BERITA9, BANYUWANGI – Kasus Bullying antar siswa  yang terjadi di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kecamatan Songgon, yang sempat viral di Media Sosial (Medsos) Facebook maupun WhatsApp menjadi pelajaran bagi pihak sekolah tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Samsudin Ali, saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media, ini menjadi pelajaran buat pihak sekolah,” katanya. Senin (19/8/2019).

Menurut Samsudin, agar tidak terjadi lagi kasus yang mencoreng nama sekolah, pelaku diberi sanksi mengaji hingga khatam Al-Qur’an 30 jus, hingga dirinya lulus sekolah nanti.

Dikatakan Kepala Sekolah SMPN 1 Songgon, Samsudin Ali, kasus pertengkaran sesama pelajar SMPN 1 Songgon ini di picu saling ejek.

“Kasus ini terjadi saat istirahat, sehingga tidak terkontrol oleh para guru. Korban  siswa kelas 7, sedangkan dua  pelaku pengeroyokan siswa kelas 9,” terang Kasek SMPN 1 Songgon, Samsuddin Ali,

Masih Samsudin, selain memberi sanksi kepada siswa tersebut, pihaknya juga memanggil orang tua siswa untuk mendamaikan anak-anaknya.
“Sudah kita damaikan, orang tuanya juga saya panggil, agar tidak terjadi kesalah pahaman,” ungkapnya.

Samsudin Ali, mengakui jika perkelahian siswa didiknya ini atas kelalaian dari pihak sekolah. Agar pertengkaran seperti ini tidak terulang lagi, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengundang seluruh wali murid. “Minggu – minggu ini, saya akan mengundang wali murid, untuk membahas masalah ini,” katanya.

Kasek SMPN 1 Songgon mengungkapkan, korban F yang masih duduk di kelas 7 ini, rata-rata temannya itu bukan siswa seangkatan, tapi temannya kakak kelasnya. Kalau dilihat dari umur, korban itu seharusnya sudah jelas 8, dan setaip harinya bergaul dengan kakak kelasnya, masalah ini terjadi karena saling ejek, hingga terjadi perkelahian,” paparnya. (red)

Laporan: Joko Prasetyo