oleh

Ini Penjelasan Kades Non Aktif Kebondalem, Terkait Dugaan Korupsi Festival Arung Kanal

loading...

BERITA9, BANYUWANGI – Pemerintah Desa (Pemdes) Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi dilaporkan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Revormasi Bangsa (Gerbang) Kabupaten Banyuwangi.

Ramainya pemberitaan bahwa Pemdes Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, karena diduga telah melakukan tindak pindana korupsi pada sistem pengelolahan Dana Desa (DD) anggaran tahun 2018, pada Program Festival Perahu Hias Arung Kanal, menjadi perhatian Public.

Dipemberitaan beberapa media online menyebutkan, pada Hari Senin, 09/9/2019 LSM Gerbang melaporkan Pemdes Kebondalem kepihak Kejari, Bumi Blambangan.

Sementara Ikhsan, Kepala Desa (Kades) non aktiv Kebondalem, saat dikonfirmasi melalui sambungan SMS mengatakan, Kalau masalah Arung Kanal udah ada Panitianya mas.

Dan dana dari Desa Cuma 75 juta. Itu saja gak cukup, yang banyak swadaya murni dari masyarakat, karena 1 perahu menghabiskan dana 25 sampek 35 juta.

“Anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) hanya 75 juta,” ucapnya, Selasa (17/9/2019)

Pria yang juga mencalonkan kembali dalam kontestasi Pilkades yang akan digelar pada 9 Oktober 2019 tersebut menambahkan, dalam hal ini pihak desa memberikan bantuan berdasarkan proposal dari panitia untuk pengadaan material seperti Bambu, Kaos Panitia, Konsumsi dan sewa Sond Sistem mas,”imbuhnya.

Namun saat disinggung apa tanggapan atas laporan salah satu LSM, dirinya enggan berkomentar, pertanyaan wartawan hanya dibaca namun tidak di balas.

Sayang hingga berita ini ditulis, Ketua LSM Gerbang, Ketua Panitia Arung Kanal dan juga pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuwangi, belum bisa dikonfirmasi.(*)

Laporan: Joko Prasetyo

News Feed