Thursday , November 14 2019
Home / Banyuwangi / Puluhan Walimurid SD Patoman Korban Cukur Paksa Lurug Kejari Banyuwangi.

Puluhan Walimurid SD Patoman Korban Cukur Paksa Lurug Kejari Banyuwangi.

BERITA9, BANYUWANGI – Kasus pencukuran rambut secara paksa yang dilakukan oleh oknum guru honorer di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi terus bergulir.

Kali ini puluhan wali murid beserta anaknya yang merupakan korban pencukuran paksa tersebut, mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi untuk menanyakan kepada Kepala Kejaksaan atas kejelasan proses hukum tersangka oknum guru honorer yang sampai saat ini belum ada penyelesaian dan cenderung dibiarkan.

Salah satu wali murid, Yulis meminta kepada pihak Kejaksaan agar segera melakukan penahanan dan proses hukum terhadap tersangka. Menurutnya, hingga saat ini tersangka masih dibiarkan bebas dan tetap diijinkan untuk mengajar di sekolah lain di SD Negeri 1 Kaotan, Kecamatan Blimbingsari.

“Masak sudah status tersangka tapi masih bisa mengajar, bagaimana dengan phisikologis anak saya, kami ingin proses ini segera dilakukan,” ucap Yulis ketika di Kejari Banyuwangi, pada Rabu (18/9/2019).

Dalam kasus ini, guru honorer Arya Abri Sanjaya, sudah dinyatakan sebagai tersangka oleh Kepolisian Polsek Rogojampi dalam perkara kekerasan memotong rambut anak secara paksa, sebagaimana dimaksud dalam pasal 80 ayat (1) ayat UU nomer 35 tahun 2014 Perubahan Atas UU Nomer 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, Kasi Pidum (Pidana Umum) Kejari Banyuwangi, Koko Erwinto Danarko, SH, MH menjelaskan, kasus tersebut sudah P21, artinya semua berkas dinyatakan sudah lengkap dan sudah tahap pertama.

“Kita menunggu dari penyidik, tadi sudah dihubungi sama Jaksanya. Sesuai kesepakatan, tahap ke-2 akan kita panggil besok pada Kamis (18/9/2019),” kata Koko saat dikonfirmasi wartawan.

Koko menjelaskan jika ditahan atau tidaknya tersangka itu adalah wewenang penyidik kepolisian dalam hal ini yakni Kepolisian Polsek Rogojampi, itu karena, lanjut Koko, ada pasal pasal yang mengatur bisa ditahan atau tidaknya tersangka.

“Memang jika diamati Polsek Rogojampi jarang menahan tersangka, tapi jika nanti tersangka diserahkan tahap dua kita bisa menahan karena ada pasal yang membolehkan dan tidak,” pungkasnya. (*)

Laporan: Joko Prasetyo