Tuesday , November 19 2019
Home / Banyuwangi / Cakades Kaligondo Ini Diduga Bagikan Uang ke Pengajian

Cakades Kaligondo Ini Diduga Bagikan Uang ke Pengajian

BERITA9,BANYUWANGI – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tidak lama lagi bakal digelar. Calon Kepala Desa (Cakades) mulai turun lapangan menggerakan mesin politik guna meraih simpati masyarakat.

Semua carapun dilakukan guna menjadi orang nomor satu diwilayah desa setempat. Seperti halnya yang terjadi di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Salah satu Cakades diduga curi start kampanye dengan membagikan sejumlah uang kepada kelompok pengajian diwilayah setempat.

Mencuatnya kabar bahwa Nurhadi, Cakades Kaligondo Nomor urut 1 memberikan sejumlah uang kepada kelompok pengajian tersebut, disampaikan oleh NY, salah satu anggota kelompok pengajian.

Kata NY, Pak Nurhadi, menitipkan sejumlah uang kepada kelompok pengajian anjangsana ibu – ibu Dusun Jepit, Desa Kaligondo, melalui Pak Supadi,” terangnya. Senin (23/09/2019).

Sementara Supadi, warga Dusun Jepit RT 30 RW 10 saat dikonfirmasi dirumahnya dirinya membenarkan jika Pak Nurhadi Cakades Nomor urut 01 menitipkan sejumlah uang kepada dirinya untuk disampaikan pada kelompok pengajian anjang sana ibu – ibu Dusun Jepit, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

” Saya terima uang tersebut dari Ikhsan salah satu orang Pak Nurhadi,” kata Supadi.

Supadi juga mengaku, sebelumnya pernah mengingatkan kepada Pak Nurhadi agar jangan suka memberi uang kepada kelompok pengajian dengan alasan buat kas. Namun, lanjutnya, Pak Nurhadi memaksa menitipkan uang tersebut kepada orangnya yang bernama Ikhsan,” ucapnya.

Sementara Nurhadi, Cakades Nomor urut 1 melalui sambungan WhatsApps membantah jika telah membagi – bagikan uang. “Kami tidak membagi – bagikan uang. Kami hanya titip dana sosial dari hasil presentasi usaha kami. 10 persen dari usaha kami yang harus kami keluarkan setiap bulan. Dan tidak ada hubungannya dengan Pilkades,” tandasnya.

Dana tersebut, lanjutnya, bukan untuk perorangan, yang nanti pada akhir bulan muharam dibagikan untuk anak Yatim.

Enggeh, tanya ke saudara – saudara yatim dan janda maupun duafa yang ada dilingkungan kami. Silakan tanya, apakah ini terkait pilkades atau tidak,” katanya.

“Kami hanya menjalankan apa yang kami yakini dan disyariatkan agama kami,” tulisnya, Selasa (24/9/2019).

Terpisah, Ketua Panitia Pilkades Kaligondo, Slamet Rusdiono mengaku belum tahu kejadianya dan berjanji panitia akan menelusurinya.

Slamet mengatakan, jika terjadi politik uang dan ada warga yang tahu disertai dengan alat bukti minimal rekaman dan video, segera melaporkan ke panitia, nantinya Panitia akan melaporkan ke BPD sebagai pengawas Pilkades untuk ditindaklanjuti.

Kemudian, kata Rusdiono, Panitia Pilkades hanya penyelenggara, Pelanggaran Money Politik adalah ranahnya Kepolisian,” pungkasnya. (red)

Laporan : Joko Prasetyo