Tuesday , October 15 2019
Home / Banyuwangi / Ini Penjelasan Panji Widodo, Tentang PTSL Hoax Desa Parangharjo, Songgon

Ini Penjelasan Panji Widodo, Tentang PTSL Hoax Desa Parangharjo, Songgon

BERITA9, BANYUWANGI – Kabar Hoax, tentang  Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diajukan Pemerintah Desa (Pemdes) Parangharjo, Kecamatan Songgon Hoax, di bantah oleh Panji Widodo.

Diketahui Panji Widodo, pada saat pengajuan program PTSL tersebut masih menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Parangharjo, Songgon, Banyuwangi.

Kepada wartawan Panji Widodo, menjelaskan hal tersebut sambil menunjukan tanda terima permohonan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Kejaksaan BWI Tangani Dugaan Hoax Pendaftaran PTSL Desa Parangharjo

“Kalau di katakan Hoax saya rasa sangat tidak tepat, karena saat itu ketika masih menjabat Kepala Desa melakukan permohonan PTSL untuk tahun 2020.

Bahkan Panji Widodo, menjelaskan bahwa memerintahkan Kepala Dusun (Kadus) untuk sosialisasi kepada masyarakat bukan untuk menarik biaya.

“Memang saat masih belum cuti dari Kades, saya meminta kepada Kadus untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa kita telah mengajukan PTSL. Jika ada masyarakat yang langsung melakukan pendaftaran bahkan pembayaran biaya, itu atas kehendak masyarakat sendiri. Dan kami saat itu tidak ada himbauan sama sekali untuk pembayaran.” ucapnya. Kamis (3/10/2019).


Manasik Umrah Gratis Untuk Marbot & Majelis Taklim Masjid
Kunjungi channel Youtube @wartamasjid JANGAN LUPA LIKE, SHARE, COMMENT AND SUBSCRIBE

Panji, juga mengatakan jika PTSL di kaitkan dengan kanca politik Pilkades sangat kurang tepat.

“Jika hal ini di kaitkan dengan pilkades saya sangat keberatan karena semenjak saya cuti jadi Kepala Desa saya sudah tidak ikut campur sama sekali dalam proses itu.” Jelasnya

Panji Widodo, mengaku sangat kecewa dengan statmen salah satu pegawai BPN dibeberapa media online yang mengatakan bahwa BPN tidak mengalokasikan Program PTSL di Parangharjo, Kecamatan Songgon.

Menurut Panji, bukan dirinya saja yang kecewa, namun semua warga desa Parangharjo, juga merasakan kekecewaan. Saya khawatir pihak BPN hanya takut karena telah ramai dalam pemberitaan di media tentang pengajuan PTSL dari desa Parangharjo,  yang di anggap ada muatan politisnya.

Baca Juga : Ada Warga Cilacap Klaim Tanah se Banyuwangi Miliknya

Kalau alasan kuota di kabupaten Banyuwangi sudah terpenuhi, kita juga ingin tahu bahwa desa mana saja dan berapa bidang yang telah di alokasikan, agar kami jelas, karena yang membagi bidang untuk PTSL kepada desa yang mengajukan itu adalah BPN. Apakah tidak sebaiknya di bagi rata bagi desa desa yang telah mengajukan.” Papar Panji dengan nada kecewa. (red)

Laporan: Joko Prasetyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *