Tuesday , October 15 2019
Home / Berita Baru / Korban Penganiayaan Kecewa Atas Putusan PN Banyuwangi

Korban Penganiayaan Kecewa Atas Putusan PN Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI – Salah satu korban penganiayaan merasa kecewa dengan putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Dalam perkara Penganiayaan dengan Nomor Perkara 522/Pid.B/2019/PN Byw.

Melalui penasehat hukumnya, Setefanus selaku korban merasa sangat tidak puas atas putusan Majelis Hakim terhadap terdakwa Agus Iriyanto alias AIK.

“Korban tidak puas dengan putusan majelis hakim, sehingga meminta pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi untuk melakukan banding”, ungkap Eko Sutrisno, SH, selaku penasehat hukum korban, Rabu (9/10/2019).


Labbaik Allahumma Labbaik di Bus Trans Jakarta
Like, Share, Comment and Subscribe Channel wartamasjid.com

Dijelaskan oleh Eko, jika pihaknya menghormati putusan Majelis Hakim, tetapi menurutnya ada kejanggalan, lantaran banyak perkara yang serupa divonis dengan kurungan penjara.

“Kami merasa aneh saja, kenapa perkara ini dalam putusan hanya di vonis 5 bulan dengan masa percobaan 10 bulan, ini berarti kan pelaku tidak ditahan, padahal rata-rata kasus yang serupa selalu divonis kurungan penjara,” jelasnya.

Padahal, masih Eko, jika kita lihat dalam fakta-fakta dipersidangan, kita menilai jika terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan, sebagai contoh saat didepan persidangan terdakwa mengatakan jika dirinya tidak pernah dihukum, padahal dari hasil penelusuran kami, terdakwa pernah dihukum terkait kasus KDRT.

Baca Juga : Nenek Renta Ditemukan Tewas di Dam Sluice Pengairan Situbondo16

Lebih lanjut, Eko menambahkan jika pihaknya akan mengirim surat pengaduan ke pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan dalam perkara peradilan.

“Dengan putusan seperti itu, maka kami akan mengirim surat pengaduan ke pihak-pihak yang terkait diatasnya, tujuan kami tak lain hanya ingin mencari keadilan yang se adil-adilnya”, pungkasnya.

Semantara itu, Mulyo Santoso, SH, selaku JPU saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya memastikan jika pihaknya akan melakukan banding atas putusan tersebut. “Kita akan banding”, singkatnya.

Sayangnya, sampai berita ini ditayangkan, Heru Setiyadi, SH selaku humas Pengadilan Negeri Banyuwangi yang juga sebagai Ketua Majelis Hakim pada perkara tersebut, saat dikonfirmasi melalui telepon, pesan singkat, serta pesan singkat pada whatshap nya masih belum memberikan tanggapan.

Baca Juga : Mau Bikin Kacau Pilkades Serentak?? Mikir Dululah, Aparat Siapkan Jihandak

Diketahui, sidang pembacaan putusan perkara tersebut digelar pada selasa 8 oktober 2019. Dalam sidang tersebut, ketua majelis hakim, Heru Setiyadi, SH, bersama 2 hakim anggota yaitu I Gusti Ayu Akhiryani, SH dan Wahyu Widodo, SH, MH, menetapkan jika terdakwa Agus Iriyanti alisan AIK divonis 5 bulan dengan masa percobaan 10 bulan.

Sedangkan dalam perkara tersebut, tuntutan dari pihak JPU yaitu Mulyo Santoso, SH, dan Ari Dewanto, SH adalah 6 bulan kurungan penjara.

Dari informasi yang didapat, terdakwa merupakan salah satu owner MASKOT (salah satu tempat hiburan malam di Banyuwangi).(red)

Laporan: Joko Prasetyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *