Friday , December 13 2019
Home / Banyuwangi / Kades Sumberagung Banyuwangi Cabut Rekomendasi Tolak Izin Tambang Emas Tumpangpitu
Surat pencabuatn dan permohonan maaf Kades Sumberangung, Banyuwangi (Foto istimewa)

Kades Sumberagung Banyuwangi Cabut Rekomendasi Tolak Izin Tambang Emas Tumpangpitu

BERITA9, BANYUWANGI – Mengaku teledor dan merasa mendapat tekanan massa, akhirnya Vivin Agustin, Kepala Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, secara resmi mencabut dan membatalkan surat rekomendasi pencabutan izin tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

“Kami buat atas dasar tekanan dan paksaan dari kelompok tolak tambang,” begitu keterangan dalam surat tertanggal 28 November 2019.

Baca Juga : Puluhan Warga Pancer Turunkan Spanduk Tolak Tambang Emas PT BSI

Dalam surat No 540/249/429.515.02/19, ini Kades Sumberagung menyatakan mencabut suratnya terdahulu, No 540/247/429.515.02/19 yang berisi rekomendasi pencabutan izin tambang emas PT BSI.

Dalam suratnya, Vivin secara gamblang meminta maaf karena telah melabrak aturan yang tertuang dalam Undang Undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Presiden No 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

“Tidak sesuai prosedur administrasi pemerintahan dan melampaui batasan kewenangan kami sebagai Kepala Desa,” ucapnya.

Baca Juga : Kades di Banyuwangi “Caplok” Kewenangan Gubernur Jatim

Surat bertanda tangan Kades Sumberagung, Vivin Agustin, ini juga menjelaskan bahwa surat terbaru darinya muncul dari hasil diskusi lintas elemen masyarakat.

Termasuk dengan mempertimbangkan dampak positif dari keberadaan PT BSI. Dia juga menyatakan komitmen mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Jawa Timur dalam percepatan investasi termasuk memberikan dukungan pada kegiatan operasi pertambangan PT BSI yang sedang dijalankan.

Baca Juga : Ini Daftar Cabup Potensial Kabupaten Situbondo

Termasuk untuk semua rencana kegiatan pertambangan ke depan baik kegiatan explorasi maupun kegiatan Operasi Produksi di seluruh wilayah ljin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bumi Suksesindo (PT BSI) yang berlaku. (red)

Laporan: Joko Prasetyo