Friday , December 13 2019
Home / Banyuwangi / Satreskrim Polresta Banyuwangi Berhasil Ungkap Peredaran Kosmetik Ilegal
Kapolresta Banyuwangi saat menggelar barang bukti kosmetik palsu yang dibawa dua orang tersangka (Foto: Indra/BERITA9)

Satreskrim Polresta Banyuwangi Berhasil Ungkap Peredaran Kosmetik Ilegal

BERITA9, BANYUWANGI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran kosmetik ilegal. Dalam pengungkapan tersebut berhasil mengamankan dua tersangka berikut  570 produk kosmetik ilegal senilai Rp 40 juta.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, dari pengungkapan kasus kosmetik ilegal, pihaknya mengamankan dua perempuan, yakni GVR (26) warga Kecamatan Muncar, dan VDP (28) warga Kecamatan Cluring. Kedua perempuan tersebut diamankan pada 2 Desember 2019.

“Dari pengunkapan kasus kosmetik ilegal ini, kami berhasil mengamankan 570 komestik ilegal,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (3/12/2019) siang.

Baca Juga : Pegiat Seni & Artis Dorong Tedy UT Maju di Pilbup Banyuwangi 2020

Menurutnya, produk kosmetik ilegal ini diperdagangkan secara online, melalui media Instagram. “Terungkapnya kasus ini berkat laporan dari masyarakat,” ujar AKBP Arman Asmara.

Arman Asmara juga menjelaskan, ratusan jenis kosmetik ini terdiri dari 5 varian, antara lain, Lotion night 120 botol, Lotion day 100 botol, 150 botol skin toner dan 100 body cream.

Baca Juga : Pilkades Serentak, Polres Banyuwangi Siapkan Satgas Anti Judi

“Dua orang yang kami amankan itu bukan pembuat kosmetik, tapi hanya memasarkan saja,” katanya.

VDP dan GVR ini, lanjut Arman memasarkan barang yang diduga ilegal ini sudah berjalan 3 bulan. Dengan cara online. Dan diduga kosmetik yang yang dipasarkan oleh GVR dan VDP ini palsu.

Karena dalam kemasan tidak dilengkapi ijin edar dari BPOM. Dikhawatirkan produk tersebut mempergunakan bahan kimia yang sangat berbahaya dan merugikan konsumen,” tegasnya.

Baca Juga : Warga Keluhkan Pengerjaan Pemeliharaan Jalan Di Karangsari

Akibat perbuatannya, GVR dan VDP dijerat pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 106 junto pasal 24 ayat 1 UU RI No 07 tahun 2007 tentang perdagangan. (red)

Laporan: Joko Prasetyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *