Thursday , January 23 2020
Home / Berita Baru / Sertifikat Nasabah Hilang, Kepala BRI Banyuputih Akui Teledor
Kantor BRI Unit Banyuputih, Situbondo (Foto: Sutikno/BERITA9)

Sertifikat Nasabah Hilang, Kepala BRI Banyuputih Akui Teledor

BERITA9, SITUBONDO – Kasus ‘salah kasih’ sertifikat nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur terus bergulir. Bahkan, BRI Pusat di Jakarta pun bersiap turun tangan menyelesaikan masalah ini.

Kepala BRI Unit Banyuputih Situbondo, Syaiful mengakui, kasus ini merupakan keteledoran pihaknya yang tidak cermat.

“Saya akui ini keteledoran kami, mohon maaf kami manusia yang tidak luput dari kekhilafan,” kata Syaiful kepada BERITA9 melalui saluran telepon, Senin (9/12/2019).

Baca Juga : Nasabah BRI Unit Banyuputih Kecewa Sertifikat Jaminan Lenyap

Menurut Syaiful, pihaknya telah menghubungi orang yang menerima sertifikat nasabahnya, namun si penerima belum mau menyerahkan dikarenakan posisinya sedang diluar negeri.

“Tapi kami tetap mengupayakan melalui pengacara orang tersebut,” ujarnya.

Kwitansi pembelian sebidang tanah a/n Haryanto Saputra yang sertifikatnya digadaikan ke BRI Unit Banyuputih (Foto Istimewa)

Ia sendiri mengaku telah menjalin komunikasi dengan Haryanto Saputra nasabahnya. “Kasih waktu 1 atau 2 hari ini untuk kami selesaikan,” kata Syaiful.

Baca Juga : Ini Daftar Cabup Potensial Kabupaten Situbondo

Sementara itu, Haryanto Saputra nasabah BRI Unit Banyuputih Situbondo yang merasa memiliki sertifikat tersebut mengaku heran dengan alasan keteledoran yang diungkap Syaiful.

Pasalnya, penantian solusi dan pertanggungjawaban BRI Unit Banyuputih telah ditunghunya sejak dua bulan yang lalu atau bulan Juli 2019. Tapi sampai saat ini tidak kunjung selesai.

“Pihak BRI sudah datang ke saya, tapi nggak ada kelarnya, cuman janji-janji doang,” kata Haryanto kepada BERITA9, Senin (9/12/2019).

Baca Juga : Nenek Renta di Situbondo Butuh Uluran Pemerintah

Dalam pertemuan itu, lanjut Haryanto, pihak BRI menawarkan penggantian berupa materi jika sertifikatnya tidak kembali ketangan Haryanto. “Saya ndak mau, saya tahunya sertifikat,” tandasnya.

Seperti diketahui, Haryanto Saputra merasa kecewa dengan BRI Unit Banyuputih, lantaran sertifikat atas nama Sahwan Bin Sahato yang dijadikan anggunan meminjam uang sebanyak Rp 25 juta, lenyap di BRI Unit Banyuputih. Hal itu diketahuinya pada bulan Juli 2019. Hariyanto Saputra mengatakan padahal saat itu dia masih menjadi nasabah.

Proses pengeluaran sertifikat itu terasa janggal, sebab Haryanto masih berposisi sebagai nasabah dan masih melakukan cicilan pembayaran hutang. Haryanto melakukan transaksi pinjaman sejak Januari 2019 sedangkan sertifikat jaminan itu keluar dr kantor BRI Unit Banyuputih pada bulan Juli 2019. Sedangkan Haryanto masih membayar cicilan sampai bulan September 2019.

Surat perjanjian jual beli objek tanah yang disertakan pada saat Haryanto Saputra melakukan pinjaman ke BRI Unit Banyuputih (Foto Istimewa)

Baca Juga : Perbaikan Jalan Asal Jadi, Kepala PU Binamarga Genteng Angkat Bicara

Padahal, pada bulan itu, Haryanto masih melakukan pembayaran cicilan yang dilakukan dengan sistem debit dari tabungan Haryanto. Itu artinya, keluarnya sertifikat dalam masa cicilan hutang.

“Itulah keteledoran kami dan kami berjanji akan segera menyelesaikannya,” kata Syaiful. (red)