oleh

Potensi Gempa 8,9 & Tsunami 17 Meter di Malang, BPBD : Itu Potensi, Bukan Prediski

loading...

BERITA9, MALANG – Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyebutkan pentingnya memitigasi bencana terkait potensi terjadinya gempa besar hingga 8,9 SR yang memicu tsunami setinggi 17 meter dengan menyiapkan jalur evakuasi.

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan, kajian tersebut dapat dijadikan acuan untuk menentukan hal-hal yang berkaitan dengan penanggulangan bencana.

“Sebab itu, hal-hal yang mengenai jalur evakuasi, shelter atau tempat berkumpul itu harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan, sehingga jika memang terjadi, masyarakat bisa dalam kondisi aman, tapi kita tidak ingin itu terjadi,” kata Bambang, ceperti dikutip dari rri.co.id

Baca Juga : BPBD Situbondo Terus Pantau Perkembangan Pasca Gempa

Bambang menyebut potensi memang bisa terjadi atau tidak. Terlebih lagi, tidak ada ilmu apapun yang bisa memperkirakan datangnya bencana. Karenanya, masyarakat harus selalu waspada, tetapi perlu panik.

“Jadi begini, biar kita tidak salah mempersepsikan. Potensi itu berlainan dengan prediksi. Kalau kita tinggal di dekat gunung berapi, berarti berpotensi terdampak letusan. Kalau kita di pinggir pantai, semua pasti berpotensi tsunami. Tapi bukan prediksi, karena kita sering mempersepsikan prediksi, tidak ada itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Karangkates Malang mengkaji peristiwa historis di pesisir Pantai Selatan. Bahkan disebut di pesisir Pantai Malang Selatan berpotensi diguncang Gempa dan diterjang Tsunami.

Baca Juga : Oknum Bendahara BPBD Sumut Diduga Lakukan Penipuan Tenaga Kerja

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Malang, Musripan mengatakan hampir seluruh Pantai di Malang Selatan menjadi daerah yang berpotensi terjadi gelombang Tsunami, namun baru pantai Sendiki dan Tamban di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang kini telah dibuatkan Peta Evakuasi Tsunami.

Padahal, wilayah Kabupaten Malang berpotensi diguncang gempa magnitudo 8,6 hingga 8,9 SR, sehingga memicu terjadinya gelombang Tsunami dengan ketinggian maksimal 17 meter. Potensi itu berdasarkan kajian historis peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu.

“Potensi itu ada, karena yang di Pangandaran,Banyuwangi, Aceh, Jogja, Pulau Nias pernah terjadi, jadi pasti energi yang di tengah-tengah itu pasti ada. Kenapa bisa tentukan itu? karena kajian dari yang pernah terjadi. Itu kan jalur-jalur Megatrush. Tapi itu potensi loh ya, bukan prediksi,” Ungkap Musripan, Senin (23/12).

Baca Juga : Hayo Dukung !! Gadis Banyuwangi Peserta Liga Dangdut Indonesia 2020

Apalagi, pada tahun 1994 wilayah Kabupaten Malang pernah mengalami dampak akibat benturan lempeng. Kala itu gempa bumi dengan magnitudo 7,8 terjadi di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Akibat gempa tersebut, timbul gelombang Tsunami yang dampaknya dirasakan hingga wilayah pesisir Kabupaten Malang.

“Terakhir itu kan tahun 1994, di Selatan Banyuwangi. Lah sampai sekarang, belum pernah lagi terjadi gempa besar. Dari situ kemudian dibuatlah kajian, kalau misalnya terjadi gempa,” jelasnya.

Baca Juga : Permudah Ibadah Haji & Umroh, DMI DKI Inisiasi Pembentukan PIHU

Menurutnya, potensi gempa berskala besar itu bisa saja kembali terjadi, karena dua lempeng Indo-Australia dengan Eurasia berbenturan yang diistilahkan sebagai Megatrush. Terlebih pertemuan itu berada di 200 Km di selatan Pulau Jawa. (lna)

News Feed