oleh

Sebulan Tak Bisa Kerja, Pasutri Di Situbondo Berharap Bantuan Dari Pemerintah

loading...

BERITA9, SITUBONDO – Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Dusun Sekarputih, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, semenjak Virus Corona atau Covid -19, tidak bisa beraktifitas sebagai pengumpul barang bekas.

Pasangan suami istri, Parjan (55) dan Warniyati (52), keduanya asal RT 01 RW 02 Dusun Sekarputih, bertahun – tahun menjalani hidup yang pas-pasan. Untuk mencukupi kehidupan sehari – hari mereka bekerja sebagai pemulung sampah.

Selama sebulan lebih keduanya pasrah diam dirumah. Mereka tidak bisa bekerja karena Covid -19. Yang bisa dilkukan keduanya saat ini hanya bisa pasrah mengharap bantuan dari Pemerintah.

Baca Juga : PG Asembagus, Situbondo Buka Pasar Murah

Keduanya saat ini tinggal di sebuah rumah yang tidak layak huni dan jauh dari tetangga. Untuk mendapatkan air bersih saja mereka sangat kesulitan.

Kepada awak media Jumat (15/5/2020) Warniyati, mengaku sudah sebulan lebih tidak bekerja, karena kesulitan kendaraan untuk mengangkut barang saya. “Barang rongsokan menumpuk Pak, karena tidak laku,” kata Warniyati.

Dirinya kuga  mengaku selama ini belum pernah mendapat bantuan apapun dari Pemerintah.  Sampai sekarang belum ada petugas yang mendata bantuan ke rumahnya. Ia berharap kepada Pemerintahan Desa (Pemdes), agar memberikan bantuan rumahnya agar layak ditempati. “Kami berharap ada bantuan dari Pemerintah Pak,” pintanya.

Baca Juga : Penemuan Mayat Bayi Di Situbondo, Diduga Sengaja Dibuang Oleh Orang Tuanya, Kondisi Ari – Ari Sudah Terpisah

Sementara Kepala Desa (Kades) Sumberanyar, H. Suharto, pihaknya akan croscek dan turun lapangan melihat kondisi rumah pasangan suami istri tersebut.

“Nanti disurve kelokasi, akan kita lakukan bertahap dengan semua program dari desa dan pemerintah, agar semua masyarakat kami mendapatkannya dan ikut merasakan,” tegas H. Suharto Kepala Desa Sumberanyar.

Hal senada juga disampaikan Sudarsono, salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumberanyar, untuk keluarga Warniyati tidak masuk di data Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dan ini masih dalam perbaikan data, sebab masih ditemukan data orang meninggal masih masuk sebagai penerima bantuan. Dan saat ini untuk Warniyati sudah dimasukkan sebagai penerima,” pungakasnya. (red)


Laporan: Sutikno

News Feed